Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh

 

Oleh Hannan Majid Purwokerto, Takhasus

 

Mari, sejenak kita mencermati firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam al-Quran,

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46)

 

Penjelasan Ulama Tafsir

Asy-Syaikh al-Mufassir Abdurrahman bin Nashir as-Si’di rahimahullah mengatakan tentang ayat ini, “Allah Taala mengabarkan bahwa bersatunya hati kaum muslimin, kokoh dan tidak adanya pertikaian di antara mereka, merupakan sebab datangnya pertolongan dalam menghadapi musuh.

Jika engkau perhatikan berbagai negeri-negeri Islam, engkau akan mendapati bahwa sebab terbesar hancurnya kerajaan mereka adalah karena sikap meninggalkan agama dan berpecah-belah, yang menjadikan para musuh akan semakin ganas terhadap mereka. Sehingga kehancuran berada pada tangan mereka sendiri.”

Dari sini kita mengetahui, bahwa salah satu kunci kemenangan menghadapi musuh adalah dengan bersatu. Di samping dengan bertakwa kepada Allah, yaitu dengan menaati Allah dan Rasul-Nya.

 

Waspada dari Musuh

Saudara-saudaraku sekalian…

Musuh dengan beragam jenisnya, baik dari kalangan orang kafir ataupun munafik, mereka sangat berkeinginan untuk menghancurkan Islam dan para pemeluknya, terlebih ahlus sunnah wal jamaah yang selalu berpegang dengan sunnah.

Tak heran, berbagai cara mereka lakukan, berbagai makar mereka rencanakan. Baik propaganda melalui media massa, kaderisasi para dai-dai sesat, ataupun yang selainnya. Semua itu, sungguh sangat membutuhkan kekuatan dan kekohan diri kita untuk menghadapinya.

Namun, kekuatan itu tak akan pernah kita raih kecuali dengan menempuh sebab-sebabnya. Di antara sebab tersebut adalah dengan adanya persatuan. Persatuan di atas kebenaran dan ketaatan, bukan persatuan di atas kebatilan dan kesesatan.

 

Musuh dalam Selimut

Siapa yang bakal menyangka adanya musuh di tengah-tengah kita? Siapa yang bisa mengira kalau musuh itu ternyata berada di barisan kita? Musuh yang akan menghancurkan kita dari dalam. Musuh yang menyebabkan kita lemah, dan lalai dari musuh yang sebenarnya. Sungguh, terkadang kita tidak menyadari bahwa ternyata ada ‘musuh dalam selimut’ di antara kita.

Ya, mereka yang selalu mendengungkan perpecahan di antara kita, menyebabkan perselisihan dan pertiakaian, Itulah ‘musuh dalam selimut’ yang seringnya kita lalai dan abai. Padahal sejatinya mereka lebih berbahaya dari musuh yang tampak.

Semua itu menuntut sikap waspada dan awas dari kita semua, jangan sampai kita hancur dan porak-poranda oleh musuh dari dalam, sedang kita tidak menyadarinya.

 

Akhir Kata dan Doa

Saudara-saudaraku sekalian, mari kita kokohkan langkah kita, kita kokohkan barisan kita. Kita hancurkan musuh-musuh kita dengan bersatu, tidak saling-menikam dan menyerang dari belakang.

Semoga Allah senantiasa menjaga dakwak salafiah dan para dainya di seluruh penjuru dunia, terkhusus di negeri tanah air tercinta, amin.

Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam. Wal hamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.