Selamat datang para calon santri-para penuntut ilmu syar'i warisan Nabi. Untuk mengikuti ujian online UMTB klik di sini!

Cinta nabi kepada Aisyah

 

Oleh Ahmad Hidayat Sukoharjo 4B Takhasus

 

Di antara bukti terbesar kecintaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah tatkala Nabi ditanya oleh sahabat ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu:

 

أَيُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: «عَائِشَةُ»، فَقُلْتُ: مِنَ الرِّجَالِ؟ فَقَالَ: «أَبُوهَا»

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling engkau cintai?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Aisyah.” maka ‘Amr bin Ash berkata: “Dari kalangan laki-laki?” Beliau menjawab: “Bapaknya.” (HR. Al-Bukhari di dalam shahihnya no. 3662)

 

Kecintaan Nabi diketahui oleh para sahabat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencintai beliau dengan kecintaan yang amat besar, bahkan beliau terang-terangan dalam hal tersebut. Sampai-sampai hal ini diketahui oleh manusia seluruhnya, bahkan para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para sahabat radhiyallahu ‘anhum berkata: “Kami mengetahui bagaimana besarnya kecintaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap ‘Aisyah.”

 

Diantara bukti kecintaan lainnya adalah sebuah kisah dari sahabat Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi safar bersama para sahabat. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat untuk berangkat lebih dahulu, merekapun mendahului Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

ثُمَّ قَالَ لِي: «تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ» فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ، فَسَكَتَ عَنِّي، حَتَّى إِذَا حَمَلْتُ اللَّحْمَ وَبَدُنْتُ وَنَسِيتُ، خَرَجْتُ مَعَهُ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ، فَقَالَ لِلنَّاسِ: «تَقَدَّمُوا» فَتَقَدَّمُوا، ثُمَّ قَالَ: «تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ» فَسَابَقْتُهُ، فَسَبَقَنِي، فَجَعَلَ يَضْحَكُ، وَهُوَ يَقُولُ: «هَذِهِ بِتِلْكَ»

Maka  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku: “Kemarilah…Aku akan berlomba lari denganmu.”‘Aisyahpun berkata: “Beliau berlomba dengan aku dan akulah yang menang.” Aisyah melanjutkan kisahnya: “Setelah sekian waktu lamanya hingga ketika aku gemuk dan lupa atas kejadian tersebut, aku kembali pergi safar dengan beliau. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Kemarilah…Aku akan berlomba lari denganmu. ‘Aisyah berkata: ‘Beliau berlomba dengan aku dan beliaulah yang menang, maka beliau berkata: ini kemenanganku.” (HR. Ahmad dalam musnadnya no. 26277)

 

Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui bagaimana besarnya kecintaan beliau kepada ‘Aisyah, sampai-sampai para sahabat memberikan hadiah kepada Rasulullah disaat beliau berada di sisi ‘Aisyah dan pada hari gilirannya.

 

Bahkan karena besarnya kecintaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah, beliau pernah berkata kepada Ummu Salamah:

فَإِنَّهُ وَاللَّهِ مَا نَزَلَ عَلَيَّ الوَحْيُ وَأَنَا فِي لِحَافِ امْرَأَةٍ مِنْكُنَّ غَيْرِهَا

“Janganlah kalian menyakiti ‘Aisyah, demi Allah…Tidaklah wahyu turun di bawah selimut salah satu di antara kalian, kecuali ketika aku bersama ‘Aisyah.” (HR. Al-Bukhari 3775)

 

Penutup

Demikianlah sekelumit bukti kecintaaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Setelah kita mengetahui betapa besarnya kecintaan beliau kepada ‘Aisyah, maka seorang muslim harus mencintai apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam cintai, karena tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencintai melainkan kebaikan.

Semoga dengan kita mengetahui bagaimana besarnya kecintaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah, kita bisa mengikuti dan meneladani beliau. Begitu pula membela kehormatan ‘Aisyah radhiyaallahu ‘anha yang dicela oleh orang-orang syi’ah rofidhoh.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.