Dari Sungai ke Jembatan: Gotong Royong Hari Kedua

Hari kedua kerja bakti di Sungai Gondang kembali berlangsung penuh semangat. Sejak pagi, para santri yang ditugaskan sudah berkumpul di tepi sungai. Udara masih terasa sejuk, ditemani suara gemericik air sungai yang mengalir, menjadi latar suasana kebersamaan hari itu.
Kegiatan difokuskan pada pengangkatan batu-batu dari dasar sungai untuk memperkuat pondasi jembatan yang mulai terkikis arus. Para santri pun turun langsung ke aliran sungai dan mulai mengangkat batu-batu dengan penuh tenaga. Mereka meletakkannya di pinggir sungai untuk memudahkan pengangkutan batu tersebut ke atas mobil, karena pada saat itu mobil yang akan mengangkut batu-batu tersebut belum tiba di lokasi.

Di kala itu, para santri ditemani oleh 2 orang warga; Pak Iskandar dan Pak Marson. Meski pekerjaan cukup berat, suasana tetap penuh canda dan tawa. Sesekali terdengar celetukan jenaka yang membuat suasana semakin akrab. Rasa lelah seakan terbayar dengan kebersamaan dan tujuan mulia untuk memperbaiki jembatan yang sangat penting bagi aktivitas warga sehari-hari tersebut.

Tepat pukul 09.00, mobil yang akan mengangkut batu pun tiba di lokasi, para santri dan bapak-bapak tersebut mulai mengangkut batu-batu dan menyusunnya di bak mobil. Ternyata, batu-batu tersebut sangat banyak hingga tak cukup untuk sekali angkut, bahkan hingga tiga kali angkut. Batu pun mulai diangkut menuju ke lokasi tujuan.

Sesampainya di sana, para santri mulai menurunkan batu-batu tersebut dari mobil dan meletakkannya di pinggir jembatan, yang kemudian batu-batu tersebut akan ditata pada pondasi jembatan guna memperkuat pondasi yang mulai terkikis oleh arus sungai.

Tepat pada pukul 10, pekerjaan pun selesai. Seluruh batu telah diangkut dan dikirim ke lokasi tujuan. Semoga usaha yang mereka lakukan diberkahi Allah dan jembatan dapat kembali kuat tuk menopang perjalanan warga.

Hari kedua kerja bakti ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong adalah kekuatan desa. Dengan persatuan, pekerjaan yang berat pun terasa ringan dan penuh makna.
Sebagai penguat semangat, Allah berfirman dalam Al-Qur’an,

(وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان)

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”
(QS. Al-Maidah: 2).

“مَن نَفَّسَ عن مؤمن كُربةً من كُرَبِ الدنيا نَفَّسَ اللهُ عنه كُربةً من كُرَبِ يومِ القيامة”

“Barangsiapa yang meringankan satu kesusahan dari kesusahan seorang mukmin di dunia, niscaya Allah akan meringankan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat.” (HR. Muslim).

Hari kedua kerja bakti ini menegaskan bahwa batu-batu yang dipindahkan bukan hanya memperkuat pondasi jembatan, tapi juga menguatkan ikatan kebersamaan di Desa Gondang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses