Dua Cara Turunnya Wahyu Kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam

 

Oleh Hannan Majid Purwokerto, Takhasus

 

Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah…

Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan wahyu-Nya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan beberapa cara. Di antaranya adalah apa yang disebutkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dalam sahihnya pada hadits nomor dua,

 

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ الحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ يَأْتِيكَ الوَحْيُ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الجَرَسِ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ، فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِيَ المَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ» قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الوَحْيُ فِي اليَوْمِ الشَّدِيدِ البَرْدِ، فَيَفْصِمُ عَنْهُ وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا

 

Dari ‘Aisyah, ibunda kaum mukiminin radhiyallahu ‘anha, beliau berkisah, “Al-Harits bin Hisyam radhiallahhu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Wahai Rasulullah! Bagaimanakah cara datangnya wahyu kepada anda?’

Maka beliau menjawab, ‘Terkadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, itulah yang paling berat bagiku. Aku roboh karenanya, namun aku dapat menangkap apa yang ia (malaikat -pent.) katakan. Dan terkadang wahyu datang kepadaku dengan bentuk penyamaran malaikat dengan rupa seseorang, malaikat tersebut berbicara denganku dan aku menghafal apa yang ia katakan tersebut.’”

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha melanjutkan kisahnya, “Sungguh aku pernah melihat wahyu turun kepada beliau pada hari yang sangat dingin, beliau terjatuh dan keringat mengucur pada dahi beliau.” (HR. Bukhari no. 2)

 

Demikianlah cara turunnya wahyu yang terdapat dalam hadis ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam riwayat Imam Bukhari rahimahullah. Yaitu dengan datangnya suara yang berbunyi seperti lonceng. Atau dengan datangnya seorang malaikat yang menyamar pada rupa seseorang tertentu.

 

Akhir kata

Semoga hadis di atas dapat menambah keimanan kita terhadap apa yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena semua yang beliau bawa adalah kebenaran, dan tidak ada kedustaan padanya. Wallahu a’lam.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.