Hilir Mudik Menuju Ladang Penempaan Diri
🌤 Pagi itu, 23 September, mentari baru saja menampakkan sinarnya. Udara sejuk masih terasa, namun suasana di pondok sudah berbeda dari biasanya. Sekitar pukul delapan pagi, tim PKL SPN mulai bersiap untuk berangkat menuju lokasi penempaan diri.
👥 Yang tampak paling sibuk adalah para santri kelas 3. Mereka hilir mudik dari kamar, memanggul barang bawaan: mulai dari cangkul, sepatu boot, hingga perlengkapan pribadi lainnya. Satu per satu barang itu diangkut menuju mobil pick-up yang sudah menunggu di depan asrama takhasus. Suasana riuh namun penuh semangat, seolah halaman pondok menjadi saksi awal perjalanan mulia ini.
❓ Mengapa semua ini dilakukan?
PKL SPN bukanlah sekadar kegiatan rutin, melainkan ladang pengabdian. Di sanalah para santri akan belajar berbaur dengan masyarakat, melayani dengan ikhlas, dan menebarkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.
🔧 Bagaimana cara mereka melakukannya?
Dengan semangat ukhuwah. Hilir mudik yang tampak sederhana sebenarnya sarat makna: bukan hanya memindahkan barang, tetapi juga memikul amanah. Dari wajah lelah itu terpancar optimisme, doa, dan harapan agar keberangkatan mereka diberkahi oleh Allah ﷻ.
Hari ini, langkah mereka dimulai dengan keringat persiapan. Esok, masyarakat akan merasakan cahaya pengabdian. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Semoga keberangkatan ini menjadi titik awal lahirnya jiwa santri yang siap berkhidmat untuk agama, bangsa, dan negeri. 🌱


