Jadikan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidupmu!

Al-Qur'an Pedoman HIdup
Muslim man reading holy Quran. Islamic concept background

 

Oleh Abdul Aziz Farhan, Takhasus

 

Segala puji bagi Allah Taala yang telah memberikan kepada kita berbagai macam karunia berupa kenikmatan yang sangat banyak. Di antaranya adalah al-Qur’an yang Allah turunkan sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi manusia, sebagaimana yang Allah kabarkan:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)

 

Al-Qur’an juga Allah Taala turunkan sebagai nasihat bagi manusia, obat bagi penyakit di dalam dada, juga sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya. Allah Taala mengatakan:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

Al-Qur’an Allah turunkan kepada manusia paling utama, yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui perantara malaikat paling mulia, yaitu Jibril ‘alaihis salam.

 

Beda Al-Qur’an dengan Kitab Suci Lainnya

Saudara-saudaraku yang semoga Allah rahmati..

Allah Taala juga telah menurunkan beberapa kitab kepada manusia sebelum kita, di antaranya kitab Taurat dan Injil sebagaimana yang Allah kabarkan:

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi).” (QS. Al-Maidah: 44)

 

Dan juga pernyataan Allah Taala:

وَآتَيْنَاهُ الإنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ

“Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi).” (QS. Al-Maidah: 46)

Akan tetapi kitab-kitab tersebut mengalami banyak perubahan. Manusia pada zaman tersebut merubah kitab-kitab suci mereka sesuai hawa nafsunya.

“Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab. Supaya kamu menyangka yang ia baca itu termasuk dari Al Kitab, padahal itu bukan dari Al Kitab. Dan mereka mengatakan: “Ini datangnya dari sisi Allah”, padahal itu bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran: 78)

Pada ayat di atas Allah mengabarkan kepada kita bagaimana orang-orang yang mendapat kitab suci dari Allah Taala, namun mereka merubahnya dengan lisan-lisan mereka serta menyandarkan ucapan-ucapan tersebut kepada Allah Taala. Mereka mengucapkan suatu kedustaan atas nama Allah Taala dalam keadaan mereka menyadarinya.


Baca Juga: Ujian Hafalan al-Qur’an Empat Hari Berturut-Turut, Maraton!


Kitab Suci yang Paling Terjaga

Saudara-saudaraku yang semoga Allah rahmati..

Namun berbeda halnya dengan al-Qur’an, Allah Taala menjamin penjagaan-Nya terhadap kitab ini, baik dari sisi lafaz ataupun maknanya, sehingga al-Qur’an akan senantiasa terjaga dan tidak akan berubah sedikit pun hingga hari kiamat.

Hal ini sebagaimana yang Allah Taala tegaskan:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)

 

Keteladanan Seorang Ulama

Saudara-saudaraku yang semoga Allah rahmati..

Para ulama adalah orang-orang yang memiliki rasa takut nan sangat besar kepada Allah, salah satu momen yang akan menampakkan hal tersbeut adalah ketika mereka sedang membaca al-Qur’an.

Di antaranya adalah salah satu ulama ahli hadis yang bernama Abu Sa’id Yahya bin Sa’id al-Qahthan (120-198 H).

Salah satu ibadah yang sangat beliau sukai dan dilakukan secara rutin adalah membaca al-Qur’an. Beliau senantiasa membaca al-Qur’an di setiap malam dan siang.

 

Di samping meruntinkan bacaan al-Qur’an, Yahya bin Sa’id sangat mudah tersentuh dengan bacaan al-Qur’an orang lain. Apabila dibacakan al-Qur’an, beliau pun tersungkur dengan wajah menempel di tanah. Demikianlah rasa takut ulama kepada Allah yang sangat besar.

Hal ini karena mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Mereka mengerti betul makna yang terkandung di dalamnya, sehingga menimbulkan rasa takut kepada Allah. Khawatir dengan ancaman di dalamnya, takut tidak bisa berpedoman dan mengamalkan perintah di dalamnya secara utuh.


Artikel Kami: Inilah Sejarah Penulisan al-Qur’an


Bagaimana Dengan Kita?

Saudara-saudaraku yang semoga Allah rahmati..

Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah kita meneladani para ulama tersebut? Sudahkah kita menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman hidup? Sudahkah kita merutinkan bacaan al-Qur’an setiap hari? Atau bahkan hari-hari itu terlewatkan begitu saja tanpa bacaan al-Qur’an?

Wahai saudara-saudaraku!

Marilah kita bangkit dan bersemangat mambaca al-Qur’an! Ya, membacanya dengan penuh kekhusyukan dan penghayatan. Kita hadirkan dan kita lapangkan hati ketika membaca al-Qur’an. Tak lupa meniatkannya hanya untuk Allah Taala semata dengan terus mengamalkan apa yang telah kita ketahui darinya dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Karena al-Qur’an diturunkan sebagai pelajaran dan petunjuk bagi kehidupan manusia. Semoga bermanfaat.

Mungkin Anda juga menyukai

3 Respon

  1. Abu Muhammad berkata:

    Masya Allah, atas faedah nya… Mudah mudahan kita selalu dikokohkan dalam prepegang teguh diatas Quran dan Sunnah.

  2. Abu Muhammad berkata:

    Masya Allah, atas faedah nya… Mudah mudahan kita selalu dikokohkan dalam prepegang teguh diatas Quran dan Sunnah. Barokallahufiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.