Jagalah ukhuwah

Oleh Iqbal Hamdani Aceh Takhasus 2B

 

Kurangnya kesadaran pentingnya ukhuwah di atas manhaj dan akidah merupakan penghalang dalam dakwah. Jika satu orang saja yang kurang menyadari hal ini, maka akan menimbulkan efek negatif yang berikutnya dan akan bekelanjutan.

Seorang yang berakidah dan bermanhaj para nabi di masa ini semakin mahal nilainya. Berbagai pihak terus menyebarkan beragam akidah di tengah umat ini, mulai dari akidah liberalis, sufisme, syi’ah, mu’tazilah, qodariyah, komunisme, dan berbagai kerusakan lainnya yang terus disebarkan di tengah-tengah umat.

 

Cintailah ahlus sunnah

Maka satu orang saja yang berada di atas akidah Rasulullah dan para sahabatnya serta beriman kepadanya menjadi asing dan mahal nilainya.

Oleh karena itu Imam Hasan al-Basri rahimahullah menyampaikan nasehat kepada ahlus sunnah, “Wahai ahlus sunnah, hendaknya kalian saling menyayangi. Semoga Allah merahmati kalian, karena sungguh kalian sedikit jumlahnya.

Hal yang senada disampaikan juga oleh Imam Sufyan bin Sa’id ats-Tsauri rahimahullah, “Jika sampai berita kepada anda tentang seorang yang berpegang kepada akidah sunnah yang berada di negeri timur atau di ujung barat, maka hendaknya kamu kirim salam kepadanya.

Jika kita mendengar ada yang berpegang dengan sunnah Rasul dalam ibadah, akidah, manhaj, dan ideologinya, maka kata beliau sampaikan salam kepada keduanya.

Betapa mengertinya beliau tentang nilai seorang yang berpegang teguh kepada sunnah. Medoakan seorang yang jauh yang kita tidak pernah bertemu fisik atau jasad, akan tetapi bertemu dengan akidah dan manhaj. Dialah yang memiliki hak atas kita menyampaikan salam dan medo’akan kebaikan kepadanya.

 

Terasingnya ahlus sunnah

Hikmah memberikan salam kepada sesama ahlus sunnah, karena mereka itu asing. Jika ini diucapkan oleh Imam Sufyan atsTtsauri salah satu pembesar Imam di kalangan tabi’ut tabi’in, lalu bagaimana kondisi ahlu sunnah di masa ini?

Dengan berbagai kemungkaran dan beragam akidah telah bertebaran di tengah-tengah umat ini. Tentunya keasingan ahlus sunnah ini semakin besar dibandingkan di masa tabi’ut tabi’in. Di masa itu masih banyak para ulama dan para ahlul hadits, serta masih dekat dengan masa kerasulan. Kurang lebih dua abad, lalu bagaimana nilai seorang ahus sunnah di zaman sekarang yang selalu berupaya dalam ibadahnya untuk terus di bawah bimbingan Rasul?!

 

Pentingnya ukhuwah di atas sunnah

Dengan sebab kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang nilainya seorang ahlus sunnah, maka munculah efek negatif berupa tercorengnya ukhuwah.

Ukhuwah merupakan nikmat dari Allah ta’ala, oleh karena itu Allah mengingatkan tentang nikmat yang besar ini. Yaitu nikmat uhuwah di atas akidah, tauhid, dan sunnah.

Allah mengingatkan dalam ayat-Nya,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

Berpegang teguhlah kalian dengan tali Allah (al-Kitab dan sunnah) dan janganlah kalian berpecah belah. (QS. Ali Imran: 103)

Janganlah berpecah belah dengan sebab meninggalkan al-Quran dan sunnah, karena setiap muncul satu pihak yang meninggalkannya akan terjadi perpecahan. Ketika semakin banyak pihak yang menjauh dari al-Qur’an dan sunnah, maka semakin banyak perpecahan di tengah umat. Hendaknya kita berupaya mempersatukan umat dengan kembali kepada al-Quran dan sunnah.

Kemudian Allah mengingatkan,

وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Ingatlah nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian. Tatkala kalian dahulunya saling bermusuhan, maka Allah persatukan hati-hati kalian. Sehingga dengan sebab nikmat-Nya, kalian menjadi bersaudara. (QS. Ai Imran: 103)

Kondisi seorang yang berbeda dalam akidah dan manhajnya, hakikatnya adalah permusuhan. Walaupun tidak terjadi pertengkaran fisik, akan tetapi itu merupakan pintu gerbangnya.

Maka Allah ingatkan kalian yang dahulunya tercerai berai dari berbagai akidah dan kepentingan hawa nafsu duniawi, kemudian Allah jadikan hati-hati kalian di atas sunnah. Tidak di atas tokoh-tokoh tertentu atau kartu tanda anggota (KTA), tidak pula disatukan oleh partai. Kita disatukan oleh Allah di bawah naungan al-Quran dan sunnah Rasul serta manhaj salafus shaleh.

Mudah-mudahan Allah senantiasa mengokohkan kami di atas al-Haq dan menjadikan kami bersaudara karena-Nya. Amin

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.