Jangan Biarkan Dirimu Menyesal

 

Oleh Mush’ab Klaten, Takhasus

 

Bagi seorang santri, futur (bosan) memiliki bagian tersendiri dalam hidupnya. Bagi mereka futur merupakan penggalan hidup yang tak boleh dipandang sebelah mata. Karena futur itu tidak bisa dibiarkan, ia harus selalu waspada kala futur datang menerpa. Dirinya harus selalu terkontrol, sampai semangat itu datang kembali.

Kondisi santri tatkala futur sangat labil, mudah terombang-ambing, Sebagaimana cahaya api yang meredup, sangat rawan sekali untuk mati tertiup oleh angin. Maka dia harus selalu terkendali. Jangan sampai ia berbelok, hingga tak tahu arah kembali.

Kita harus bijak dalam menghadapi futur ini. karena apabila kita yang sedang futur ini diarahkan kepada hal-hal yang makruf, maka kita akan terjaga dan selamat, lalu setelah itu kebaikanlah yang akan kita dapat.

Namun jika futur kita itu tak terkendali, sehingga mengarah kepada hal-hal yang mungkar, maka yang terjadi setelahnya akan lebih buruk lagi, lebih parah. Bahkan akan membuat kita semakin menjauh, dan terus menjauh, sampai cahaya itu padam dan perlu usaha untuk memetiknya kembali.

 

Kendalikan Masa Futurmu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةٌ، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ، فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِي، فَقَدْ أَفْلَحَ، وَمَنْ كَانَتْ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ

“Sesungguhnya setiapa amalan itu akan ada masa-masa semangatnya, dan setiap semangat itu akan ada masa-masa bosannya. Barangsiapa yang masa bosannya itu ia arahkan kepada sunnahku, maka ia telah mendapat petunjuk. Dan barangsiapa yang bosannya itu ia arahkan kepada yang selain daripada itu, maka sungguh ia telah celaka.” (HR. Ahmad)

Berusahalah untuk menguasai futur ini, agar terarah kepada hala-hal yang baik. Ketika engkau sedang malas membaca, alihkan kepada yang lain; menulis, menggambar, atau yang lainnya, asalkan itu baik.

Ketika mengerjakan amalan sunnah terasa berat bagimu, tinggalkan sunnah yang itu, ambil yang lain. berusahlah sekuat tenaga untuk tetap bersama ahlul ilmi, bagaimana pun caranya, apa pun kondisinya. Dengan inilah cahaya itu akan tetap terjaga.

 

Jangan sampai setan berhasil mengambil alih hatimu ketika futur. Kemudian membawanya seenak dia, mengeluarkannya dari bingkai ilmu, jangan sampai itu terjadi. Karena, apabila setan telah mengendalikan hatimu, maka ilmu yang engkau dengar tidak akan pernah memberi sedikitpun manfaat kepadamu. Bahkan setan akan membisikkan hal-hal yang akan membuatmu semakin jauh dari ilmu. Waspadalah. Jangan sampai hal ini terjadi.

Karena setan itu:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ

“Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan.” (QS. Al-Baqarah:268)

 

Futur Karena Kurang Syukur

Hal yang perlu kau ingat ketika futur adalah, syukur. Ingatlah, bahwa selama ini kamu kurang bersyukur. Kenang kembali nikmat-nikmat yang telah kau dapat selama ini, kamu masih kurang dalam mensyukurinya. Karena jika kita memang benar-benar bersyukur, kita akan berjuang untuk menjaga nikmat itu. Termasuk nikmat menjadi santri, atau nikmat thalabul ilmi.

Seringnya nikmat itu masih belum terasa manisnya jika masih ada pada kita. Suatu hari nanti ketika nikmat itu sudah tidak ada lagi pada kita, barulah saat itu kita akan sadar, betapa manisnya nikmat tersebut.

 

Lihatlah mereka yang telah terlepas jauh dari jalan ini, jalan thalabul ilmi, pasti dalam hati kecilnya, mereka berharap untuk bisa kembali. Namun apa daya, mereka terlampau jauh, dan tak mudah untuk kembali.

Jagalah hatimu ketika futur. Dan ketika semangat itu menyala. Jangan biarkan setan bermain dengannya. Berusahalah untuk menjaganya agar tetap bersama penuntut ilmu. Karena ketauhilah, sekali engkau keluar dari jalan mereka, tak akan mudah untuk kembali. Jangan biarkan dirimu menyesal.

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Hamba Alloh berkata:

    Alhamdulillah jazaakumullohubhoiron atasnasehatny smoga bs sbg penyemangat bg pr penuntut imu yg br mngalami futur tuk kembali berjuang lg..amin

    • Admin 3 berkata:

      Na’am, wa antum jazakumullahukhairan.. semoga kita semua bisa sama-sama istiqamah di atas al Haq.. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.