Ketika hari kiamat tiba

 

Oleh Muhammad Zakariyya Ba’dil Tahfidz

 

Termasuk iman kepada hari Akhir adalah kita harus meyakini akan terjadinya hari kiamat. Sebuah hari yang pasti. Kengerian dan huru-hara sangat mengerikan sekali. Tapi sayangnya, karena lemahnya iman dan takwa kita kepada Allah menjadikan kita sering terlalaikan dari amal ibadah dan amal ketaatan.

 

Hari kiamat yang dahsyat

Allah Ta’ala berfirman:

وما قدر الله حق قدره والأرض جميعا قبضته يوم القيامة والسموات مطويات بيمينه سبحانه وتعالى عما يشركون.

“Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha suci Allah dari apa yang mereka sekutukan.” (QS. Az-Zumar: 67)

Sungguh tak terbayangkan bagaimana kengerian yang terjadi pada hari tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala banyak sekali menceritakan di dalam al-Qur’an tentang peristiwa yang akan terjadi pada hari Akhir. Di antaranya yang Allah kabarkan adalah:

  • Gunung-gunung beterbangan.
  • Langit digulung.
  • Perempuan hamil mengeluarkan kandungannya.
  • Semua kuburan terkuak isinya
  • Dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Umat akhir masa

Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup para nabi, tiada nabi dan rosul setelahnya. Umatnya pun sebagai umat yang terakhir, sebuah Umat yang diharuskan untuk menjalani syari’at Islam sampai datangnya hari kiamat yang telah dijanjikan oleh Allah dan rosul-Nya, hari kiamat yang pasti akan terjadi.

Tiada yang serupa dengan hari kiamat. Hari kiamat yang dinyatakan oleh Allah Ta’ala sebagai hari yang penuh dengan kedahsyatan dan kengerian. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan yang artinya:

“Tidaklah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari ketika manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam?” (QS. Al-Muthoffifin 4-5)

“Karena dahsyatnya hari itu, pandangan orang-orang  yang  zholim tertunduk mereka tidak bisa mengangkat kepala pandangannya, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan-Nya dengan mengangkat kepalanya, sedangkan mata mereka berkedip-kedip dan hati mereka kosong.” (QS. Ibrohim: 43).

 

Penutup

Semoga Allah Tabaraka wa Ta’ala senantiasa memberikan taufiq kepada kita untuk beramal amalan shalih dan meninggalkan segala amalan jelek serta menyelamatkan kita dari kesesatan dunia dan kengerian api neraka. Amin yaa robbal alamin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.