Mengambil faedah dari kisah ibunda Aisyah

 

Oleh Ahmad Hidayat Sukoharjo 4B Takhasus

 

Mengenal wanita termulia di dalam Islam

Para pembaca yang semoga Allah Ta’ala merahmati kita semua, pembahasan kita kali ini adalah tentang salah seorang ibunda dari ibunda kaum muslimin. Beliau adalah wanita mulia yang telah mencapai derajat dan keutamaan yang sangat tinggi.

Ibunda kita ini adalah wanita yang paling berilmu dan faqih (paham agama) secara mutlak. Beliau merupakan cermin dan contoh di dalam kesucian, menjaga diri, dan rasa malu. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala membela kesuciannya dari langit ketujuh.

 

Para pembaca yang semoga Allah merahmati kita semua, Allah ‘Azza wa Jalla berkata di dalam al-Qur’an,

            النَّبِي أولى بِالْمُؤْمِنِينَ من أنفسهم وأزواجه أمهاتهم

“Nabi itu lebih diutamakan bagi orang-orang yang beriman dari diri mereka sendiri. Dan istri-istri Nabi adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Ahzab: 6)

Dari ayat ini kita mengetahui bahwa istri-istri Nabi radhiyallahu ‘anhunna adalah ibunda bagi kaum mukminin.

 

Siapakah beliau?

Beliau adalah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Seorang wanita yang bergelar as-Shiddiqah (seorang yang memiliki sifat jujur) anak dari as-Shiddiq (seorang yang jujur) yaitu Abu Bakar Abdullah bin ‘Ustman at-Taimi. Ibunya bernama Ummu Rumman bin Amir al-Kinani. Kedua orang tuanya dari Qabilah Quraisy (suku quraisy). Semoga Allah Ta’ala merahmati mereka semua.

 

Biografi singkat ibunda as-Shiddiqah radhiyallahu ‘anha

Beliau dilahirkan di dalam sebuah rumah yang telah dipenuhi dengan cahaya keislaman, bahkan termasuk rumah yang paling mulia dari rumah-rumah kaum muslimin.

Beliau pernah bercerita, “Aku tidak mengetahui kedua orang tuaku melainkan keduanya telah masuk Islam.”             Artinya beliau dilahirkan dalam keadaan kedua orang tuanya sudah masuk islam.

Beliau merupakan wanita cantik rupawan, putih bersih, kulitnya kemerah-merahan, karenanya dijuluki dengan “Al-Humaira’.” Beliau meninggal dunia pada tahun 57 hijriyah, tanggal 17 Ramadhan, pada umur 66 tahun.

 

Menikah dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahinya dengan perintah dan wahyu dari Allah Ta’ala. Hal itu berawal ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat ‘Aisyah di dalam mimpi tiga malam berturut-turut, sedangkan mimpi para Nabi adalah wahyu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَأَيْتُكِ فِي المَنَامِ يَجِيءُ بِكِ المَلَكُ فِي سَرَقَةٍ مِنْ حَرِيرٍ، فَقَالَ لِي: هَذِهِ امْرَأَتُكَ، فَكَشَفْتُ عَنْ وَجْهِكِ الثَّوْبَ فَإِذَا أَنْتِ هِيَ، فَقُلْتُ: إِنْ يَكُ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ يُمْضِهِ

“Wahai ‘Aisyah, aku melihatmu di dalam mimpiku. yaitu ketika datang kepadaku seorang malaikat dengan membawa potongan sutra seraya mengatakan: ‘Ini adalah istrimu’, maka akupun menyingkap penutup tersebut, tiba-tiba aku melihatmu, maka aku katakan: Ini adalah tanda dari Allah, semoga Allah mewujudkannya.” (HR. Al-Bukhari)

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melangsungkan pernikahan dengan ‘Aisyah pada bulan Syawwal di kota Makkah sebelum hijrah. Setelah itu beliau berhijrah ke kota Madinah bersama kedua orang tuanya, barulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk menemui ‘Aisyah pada bulan Syawwal di tahun kedua dari hijrah seusai perang badr.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi beliau ketika masih gadis. Rasulullah tidak menikahi seorang gadispun selain beliau.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ لَوْ نَزَلْتَ وَادِيًا وَفِيهِ شَجَرَةٌ قَدْ أُكِلَ مِنْهَا، وَوَجَدْتَ شَجَرًا لَمْ يُؤْكَلْ مِنْهَا، فِي أَيِّهَا كُنْتَ تُرْتِعُ بَعِيرَكَ؟ قَالَ: «فِي الَّذِي لَمْ يُرْتَعْ مِنْهَا» تَعْنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَتَزَوَّجْ بِكْرًا غَيْرَهَا

 ‘Aisyah pernah berkata, “Wahai Rasulullah apa pendapatmu jika seandainya engkau singgah di suatu tempat yang telah dijamah orang dan engkau menemukan sebuah tempat yang belum terjamah sama sekali, maka di manakah engkau akan mengembalakan gembalaanmu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Di tempat yang belum pernah dijamah.” Maksudnya bahwa Nabi tidak menikahi gadis selain ‘Aisyah. (HR. Al-Bukhari)

 

Keutamaan beliau

  • Mendapatkan salam dari malaikat Jibril. sebagaimana yang diriwayatkan imam al-Bukhari di dalam kitab shahihnya,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا: «إِنَّ جِبْرِيلَ يُقْرِئُكِ السَّلاَمَ» قَالَتْ: وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

            “Nabi berkata, ‘Wahai ‘Aisyah sesungguhnya Jibril meyampaikan salam untukmu,’ Maka‘Aisyah menjawab, ‘Semoga keselamatan, rahmat Allah dan barakahnya tercurah kepadanya.’”

  • Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia di rumah ‘Aisyah dalam keadaan kepala beliau bersandar di dada ‘Aisyah, dan beliaupun dikubur di kamarnya ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.
  • keutamaan ‘Aisyah dibandingkan dengan wanita lain seperti keutamaan sarit (makanan paling istimewa di zaman tersebut) di antara makanan yang lain.
  • Diriwayatkan dari imam ‘Atha’ dan dari ‘Urwah bin Zubair dan selain keduanya mereka mengatakan: “‘Aisyah adalah wanita yang paling berilmu di umat ini, paling mengetahui tentang hadist-hadist Nabi, paling berilmu tentang al-Qur’an, paling berilmu tentang nasab Arab, dan beliau adalah wanita paling cerdik dan pandai secara umum.
  • ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan lebih dari seribu hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan Nabi dahulu mewakilkan beliau untuk mengajari para wanita muslimah tentang urusan agama dan yang berkaitan dengan wanita.
  • Beliau adalah seorang yang berilmu tentang syair-syair dan nasab Arab, serta pandai di dalam ilmu kedokteran.
  • Beliau adalah orang yang sangat bersemangat di dalam menunaikan kebaikan.

Demikianlah ibunda kita ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, semoga Allah meridhainya. Seorang wanita yang memiliki berbagai keutamaan dan kelebihan. Semoga Allah Ta’ala membalas jasa dan pengorbanan beliau dengan surga Firdaus. Amin.

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Tsabit berkata:

    Alhamdulillah..biografi generasi salaf sangat brmanfaat dibaca tuk diambil ibrohnya..terkhusus tuk teladan bg pr mislimah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.