Profil Singkat Lokasi PKL SPN Ma’had Minhajul Atsar Tahun 1444 H/2022 M

 

Oleh Tim Jurnalistik Santri

 

Pada artikel kali ini, mari kita sedikit mengulas tentang profil singkat lokasi PKL SPN Ma’had Minhajul Atsar Tahun 1444 H/2022 M.

Sebagaimana yang telah kita ketahui, Ma’had Minhajul Atsar pada tahun ini kembali melaksanakan program PKL SPN untuk santri Takhasus kelas 3-4.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya lokasi PKL SPN lebih dominan berbatasan dengan laut, kini PKL SPN Minhajul Atsar lebih dominan berlokasi di pegunungan.

Ada 3 lokasi yang menjadi lokasi PKL SPN Minhajul Atsar pada tahun ini, yaitu Perkebunan Widodaren Jember, Perkebunan Pancur Angkrek Bondowoso, dan Perkebunan Kayumas Situbondo.

Berikut ini profil Singkat lokasi PKL SPN Ma’had Minhajul Atsar tahun 1444 H/2022 M

Perjalanan ke Salah Satu Lokasi PKL

Perkebunan Widodaren

Perkebunan Widodaren berada di Pegunungan Argopuro pada ketinggian 450 – 650 mdpl. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Badean, sebelah utara berbatasan dengan wilayah Perhutani Pegunungan Argopuro, sebelah barat berbatasan dengan PTPN XII Kebun New Zealand, dan sebelah selatan berbatasan dengan pemukiman warga di Kecamatan Bangsalsari.

Perkebunan Widodaren ini terletak di kecamatan Bangsalsari, kabupaten Jember, provinsi Jawa Timur.

Perkebunan yang memiliki luas 642,7 Hektare ini pada awalnya terbagi menjadi 3 afdeling[1]: Besaran, Kontrak Timur dan Bataan. Namun pada akhirnya Afdeling Kontrak Timur digabung dengan Afdeling Besaran.

Untuk luas wilayah Afdeling Bataan adalah, 308,10 Hektare. Dan sisanya 334,6 Hektare masuk di wilayah afdeling Besaran.

Perkebunan Widodaren memiliki 3 komoditas utama. Yaitu, karet, kopi dan kayu-kayuan.

1. Karet, dengan target produksi 1 ton karet kering dalam setahun.
Alhamdulillah, target ini bisa tercapai, bahkan bisa mencapai 1,3 – 1,4 Ton per tahunnya.

2. Kopi, dengan target yang sama, yaitu 1 ton per tahun. Namun target ini belum bisa tercapai.
Rata-rata produksi per tahunnya hanya 300-400 kg kopi.

3. Untuk kayu-kayuan terdapat beberapa jenis. Antara lain, balsa, jabon, sengon dan jati.

Selain karet dan kopi, dahulu Perkebunan Widodaren memiliki hasil bumi yang lain. Seperti; lada, cengkeh, vanila dan kakao.

Namun seiring dengan berjalannya waktu dan naiknya harga pupuk mengakibatkan produktifitas tersebut terhenti dan hanya tersisa sedikit saja.

Perkebunan Pancur Angkrek

Lokasi Kebun Pancur Angkrek terletak di Desa Sumber Canting, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Kebun ini adalah salah satu kebun milik PT. Perkebunan Nusantara XII. Jarak kebun dari kota Jember sekitar 80 km.

Berada di lereng Gunung Ijen, kondisi lahan di Kebun Pancur sangat cocok untuk menghasilkan kopi Arabica. Kebun Pancur Angkrek berdekatan dengan Kebun Kayumas, Blawan dan Kalisat-Jampit.

Untuk areal lokasi Kebun Angkrek terbagi menjadi 6 afdeling, yaitu: Afdeling Pabrik, Afdeling Sumber Canting, Afdeling Pancur, Afdeling Kendeng, Afdeling Megasari, dan Afdeling Angkrek.


Baca Juga: Gambaran Singkat Lokasi PKL Tarbiah ke 6 Tahun 1444 H


Perkebunan Kayumas

Merupakan sebuah perkebunan penghasil kopi yang terletak di desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Perkebunan ini berada di ketinggian ±1066 mdpl di lereng Gunung Ijen, membuat hawa udara terasa cukup dingin. Bahkan suhu udara di sini bisa mencapai 16° celcius.

Perkebunan Kayumas dipimpin oleh seorang asisten kepala (askep) yang mengatur jalannya kegiatan masyarakat di desa ini.

Selama PKL, para santri tinggal di perumahan tritunggal milik PTPN yang disediakan bagi pekerja dan staff kantor.

 

=====©=====

📡 Kanal Resmi Ma’had Minhajul Atsar Jember

📟 Join Telegram
https://t.me/mahadminhajulatsarjember

💻 Situs Resmi
https://www.minhajulatsar.com

 

[1] Afdeling, bahasa Belanda: Afdeeling. Merupakan istilah pembagian administratif dari suatu Perkebunan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.