Sebab kejayaan umat

 

Oleh Nahar Jogja Takhasus

 

Pernahkah kita mencermati kondisi umat Islam saat ini? Jumlah mereka sangatlah banyak, terkhusus di negeri kita. Ternyata jumlah yang banyak, bukanlah jaminan kejayaan suatu umat.

Kejayaan umat Islam telah Allah Ta’ala jelaskan dalam al-Qur’an, sebagaimana perkataan-Nya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti kami akan buka pintu barakah dari langit dan bumi. Akan tetapi jika mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), niscaya Kami akan adzab mereka disebabkan perbuatannya.”  (QS. Al-A’raf: 96)

Ayat di atas adalah sebuah janji dari Allah dan Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya. Kemakmuran, ketentraman, dan kesejahteraan semua itu datangnya murni dari Allah Ta’ala. Seorang hamba yang mendambakan kejayaan negerinya, hendaknya bahu-membahu untuk menciptakan masyarakat yang beriman dengan sebenar-benar keimanan disertai dengan ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

Kenyataan yang ada, sekarang umat Islam sangat jauh dari agamanya. Mereka kurang percaya diri untuk melaksanakan syariat Islam. Mereka cenderung berlomba-lomba mengejar dunia yang penuh dengan kelalaian.

Kondisi seperti ini telah diingatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا، فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ، وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: حُبُّ الدُّنْيَا، وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“Hampir-hampir saja para musuh saling mengajak untuk memerangi kalian sebagaimana mereka mengerumuni makanan yang ada di nampan.” Para sahabat bertanya, “Apakah karena sedikitnya kami pada saat itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bahkan jumlah kalian saat itu banyak, akan tetapi kalian seperti buih air. Allah hilangkan rasa takut pada hati musuh-musuh kalian kepada kalian. Kemudian Allah timpakan pada hati kalian al-Wahn.” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu al-Wahn?” Beliau bersabda, “Cinta dunia dan takut kematian.” (HR. Abu Dawud no. 4297 dan dishahihkan oleh Imam Albani dalam ash-Shahihah)

Mudah-mudahan Allah berikan keselamatan kepada kita semua dalam menghadapi berbagai ujian. Semoga Allah memberikan kejayaan dan barakah-Nya kepada negeri-negeri kaum muslimin dan menyelamatkannya dari makar musuhnya. Amin

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.