Sehat dengan Setengah Ayat

 

Oleh Muhammad As’ad Umbulsari, Takhasus

 

Ayat Tentang Kesehatan

Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk tidak berlebihan dalam segala hal, demikian juga untuk tidak meremehkan dan menyepelekan. Justru sikap yang terbaik adalah pertengahan. Salah satunya dalam hal makan dan minum.

Makanan dan minuman merupakan kebutuhan mendasar yang tidak terelakkan bagi semua makhluk hidup yang Allah Taala ciptakan. Makanan adalah faktor yang menjadi tanda kebesaran-Allah bagi orang-orang yang mau merenunginya. Maka sepatutnya kita menilik bimbingan Allah Taala dalam masalah ini.

 

Setengah Ayat Untuk Semua Kaedah Tentang Kesehatan

Allah Taala berfirman di dalam kitab-Nya yang mulia:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap memasuki masjid, makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadis dari al-Miqdam bin Ma’di Karib:

مَا مَلَأ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ، حَسْبُ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ، يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

“Tidaklah seorang anak Adam mengisi bejana yang lebih buruk daripada perutnya. Sesungguhnya cukup bagi anak Adam untuk makan sekedar beberapa suap yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Apabila perlu, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Ibnu Majah, an-Nasai dan at-Tirmidzi. Disahihkan oleh al-Albani dalam as-Sahihah)

 

Penjelasan Ulama Terkait Ayat di Atas

Imam Asy-Syaukani dalam Fathul Qadir menafsirkan potongan ayat:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.”

Beliau mengatakan, “Allah melarang hambanya dari sikap berlebihan. Namun bukanlah termasuk sikap zuhud apabila (seseorang) meninggalkan makan dan minum. Orang yang meninggalkannya sama sekali ia akan membunuh dirinya dan ia termasuk penduduk neraka.

Adapun orang yang sedikit makan dan minumnya, sehingga hal itu memperlemah badannya dan menjadikannya tidak mampu menegakkan perkara yang wajib baginya (berupa ketaatan atau upaya untuk memenuhi kebutuhannya dan kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungannya), maka ia telah menyelisihi perintah dan bimbingan Allah Taala.

Di sisi lain, orang yang berlebihan dalam membelanjakan hartanya (dalam masalah makanan dan minuman) dengan menggunakannya sebagaimana yang dilakukan oleh orang bodoh atau orang-orang yang membuang harta, ia juga telah menyelisihi syariat Allah Taala terhadap hamba-Nya. Dan terjatuh pada larangan yang Allah sebutkan dalam al-Qur’an.”


Baca Juga: Pelaksanaan Prokes Kesehatan di Bulan Ramadhan di Ma’had Kami


Tinjauan Medis Terkait Makan Berlebihan

Kedokteran modern menjelaskan bahwa bagian utama dari sistem imunitas tubuh tersusun dari sistem pencernaan. Bahkan sistem pencernaan membangun 80% dari seluruh sistem imunitas tubuh. Seseorang dapat mencederai sistem pencernaannya dengan kebiasaan atau pola makan yang tidak sehat.

Dunia medis menerangkan bahwa makan terlalu banyak, atau makan lagi sebelum makanan yang dikonsumsi sebelumnya tercerna dengan sempurna, akan membentuk tumpukan makanan yang tidak tercerna yang kemudian membusuk, membentuk hasil fermentasi (karena kombinasi makanan yang salah) dan juga racun.

Ini mengubah kondisi sehat ekosistem perut, memengaruhi kemampuan tubuh dalam mencerna dan menyerap nutrisi, serta menjadikan bakteri jahat lebih leluasa berkembang dan mengalahkan bakteri baik. Kondisi demikian –dengan izin Allah Taala- menjadikan seseorang cenderung mudah terserang infeksi atau penyakit sistematik lainnya. Yang penyebabnya adalah melemahnya proses-proses imunitas tubuh, yang sebenarnya berawal dari perut (sistem pencernaan).

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.”

 

Sikap Pertengahan Adalah yang Terbaik

Tubuh kita membutuhkan berbagai nutrisi untuk berfungsi dengan sempurna. Masing-masing nutrisi ini diperlukan dalam jumlah tertentu, sebaiknya tidak kurang, juga tidak berlebihan. Sebagai contoh, kampanye pentingnya serat begitu menggema di seluruh penjuru dunia. Serat memang sangat dibutuhkan, di antaranya untuk mempelancar buang air besar, mencegah sembelit, membantu mengatur kadar gula darah dan insulin, menurunkan resiko kanker kolon dan membantu kerja usus.

Namun terlalu banyak konsumsi serat justru menyebabkan kram usus, ketidak mampuan untuk mencerna serat, diare (apabila anda meningkatkan konsumsi serat dengan tiba-tiba), atau sebaliknya konspitasi (bila anda terlalu banyak makan serat tanpa mengimbanginya dengan konsumsi air yang cukup).

Demikian pula bahayanya lemak bagi tubuh setiap harinya dapat kita jumpai di mana-mana. Kita harus mengingat, konsumsi lemak yang melebihi kebutuhan tubuh memang berbahaya, namun dalam jumlah cukup, lemak memiliki fungsi yang semisal bagi tubuh kita.


Artikel Kami: Ternyata PHBS dan CTPS Juga Bernilai Ibadah


Kembali ke Setengah Ayat Tentang Kesehatan

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Islam mengajarkan kepada kita untuk bersikap pertengahan, untuk tidak makan sampai kita merasa lapar dan berhenti sebelum kenyang. Dan sikap pertengahan ini adalah yang terbaik. Seandainya umat Islam seluruhnya menerapkan bimbingan syariat yang mulia ini, yaitu dengan mongonsumsi makanan sesuai kebutuhan saja dan menyedekahkan kelebihan yang mereka miliki kepada orang yang membutuhkan, insya Allah kehidupan mereka akan lebih sehat. Harapan dalam mencapai kesehatan yang prima dapat ia raih dengan mudah.

Wallahul muwaffiq.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.