Tips Hidup Bahagia (Seri-4)

 

Oleh Syaikh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah

 

Melupakan kenangan pahit

Sebab berikutnya untuk memperoleh kebahagiaan dan melepaskan kegundahan adalah berusaha untuk menghilangkan segala sebab kesedihan serta berusaha dalam mencari sebab kebahagiaan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melupakan segala kenangan pahit yang telah dirasakannya dan sudah tidak dapat dielakkan lagi. Dia tahu bahwa memikirkan hal tersebut adalah hal yang sia-sia, tidak masuk akal, sebuah kebodohan dan kedunguan.

Ia berusaha melawan hatinya dari memikirkan hal tersebut. Ia pun melawan hatinya dari berpikir akan sesuatu yang belum terjadi, baik sangkaan berupa kemiskinan ataupun rasa takut, dan lainnya dari berbagai pikiran negatif tentang masa depan yang muncul dalam benaknya.

 

Optimis menatap masa depan

Seseorang harus tahu bahwa masa depan itu tidak ada yang mengetahuinya, baik yang bentuknya kebaikan ataupun kejelekan, harapan baik ataupun jelek. Dan dirinya paham bahwa masa dapan barada di tangan Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, tidak berada di tangan para hamba-Nya sedikitpun. Kewajiban hamba hanyalah berusaha dalam memperoleh berbagai kebaikan dan menghindari berbagai kejelekan.

Seorang hamba juga dituntut untuk tahu bahwa apabila dia memikirkan ketakutan di masa depan kemudian menyerahkan dan mempercayakannya kepada Allah dalam memperbaikinya, maka hatinya akan menjadi tenang, keadaannya membaik, kegundahannya menghilang dan sirna setelah ia lakukan hal tersebut.

 

Doa senjata utama

Salah satu cara yang paling bermanfaat dalam mengawasi masa depannya adalah berdoa dengan doa yang selalu dipanjatkan oleh baginda Nabi. Beliau bersabda,

«اللهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ»

“Ya Allah perbaikilah agamaku yang menjadi penjaga urusanku. Perbaikilah duniaku tempatku hidup, perbaikilah akhiratku tempat aku kembali. Jadikanlah hidup sebagai tambahan kebaikan dan kematian sebagai istirahat dari berbagai kejelekan.” (HR. Muslim dari Abu Huroiroh).

Dan juga doa Nabi,

اللَّهُمَّ رحمتك أَرْجُو، فَلَا تَكِلنِي إِلَى نَفسِي طرفَة عين، وَأصْلح لي شأني كُله، لَا إِلَه إِلَّا أَنْت

“Ya Allah, aku berharap akan rahmat-Mu, maka janganlah Engkau serahkan jiwaku padaku sekejap mata pun. Dan perbaikilah semua urusanku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud dari Abu Huroiroh, dihasankan oleh Syaikh al-Albani).

Jika seseorang senantiasa menggunakan doa yang yang telah disebutkan, sebuh doa yang mengandung kebaikan agama dan dunianya di masa depan, dengan menghadirkan hati, niat yang benar, dan berusaha merealisasikan doanya, niscaya Allah akan mewujudakan doa dan harapannya. Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan Allah akan merubah kesedihan menjadi kebahagiaan dan kegembiraan.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.