Selamat datang para calon santri-para penuntut ilmu syar'i warisan Nabi. Untuk mengikuti ujian online UMTB klik di sini!

Urgensi Takwa

Takwa termasuk salah satu sebab kemenangan dan keberuntungan di dunia dan akhirat. Hal ini ditinjau dari beberapa sisi:

  1. Allah azza wa jalla mewasiatkan kepada orang-orang dari generasi terdahulu hingga generasi terakhir untuk senantiasa bertakwa. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), “Dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kalian dan (juga) kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah” (an-Nisa’: 131)
  2. Allah subhanahu wata’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bertakwa serta mewajbkan kepada mereka agar beramal dengannya. Hal ini Ia sebutkan pada banyak ayat dalam al-Qur’an, di antaranya (artinya):
  • “Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kalian semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”. (al-Baqarah: 281)
  • “Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (al-Baqarah: 231)
  • “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian”. (an-Nisa’: 1)
  1. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan serta menghasung umatnya untuk bertakwa dalam banyak haditsnya, di antaranya (artinya):
  • Dari Abu Umamah radhiyallahu anhu beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkhutbah pada haji wada’, beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Bertakwalah kepada Allah, Rabb-kalian, dirikanlah shalat lima waktu, berpuasalah pada bulan kalian (Ramadhan), tunaikanlah zakat dari harta-harta kalian, taatilah pemerintah kalian,maka kalian akan masuk ke dalam Jannah Allah”( At-Tirmidzi: 616)
  • Beliau bersabda kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhu, “Bertakwalah engkau kepada Allah dimanapun engkau berada, tutuplah perbuatan buruk dengan perbuatan baik maka itu akan menghapusnya (perbuatan buruk), serta pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik” ( At-Tirmidzi: 1987)
  • Dari Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberikan wejangan kepada kami yang membuat hati bergetar dan bercucuran air mata. Lalu kami berkata, “wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah wejangan perpisahan, berilah kami wasiat! Kemudian beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah serta mendengar dan taat kepada pemerintah muslim…” ( Abu Dawud: 4607 dan at-Tirmidzi: 2676)
  1. Takwa adalah hal yang paling banyak menjadi sebab masuknya seseorang ke dalam al-Jannah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan manusia kedalam al-Jannah, beliau menjawab, “Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang baik”. ( At-Tirmidzi: 2004)
  2. Takwa lebih penting dari pakaian biasa (jasmani) yang mana manusia sangat butuh padanya; hal ini karena pakaian takwa tidak akan pernah usang atau pun rusak dan akan senantiasa mengiringi hamba. Ini merupakan keindahan hati dan ruh. Berbeda dengan pakaian jasmani, jika tidak memakai pakaian takwa, akan tersingkap aurat batinnya dan ia akan menanggung rasa malu serta cemoohan. Pakaian inilah yang manusia akan senantiasa butuh terhadapnya walau sekejap mata. Tanpanya, manusia tidak ada harganya, tidak ada kemuliaan dan keberuntungan baginya .
  3. Takwa lebih penting dari makan dan minum. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), Berbekallah kalian, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (al-Baqarah: 197). 

 

Diringkas dari kitab Nurut Takwa Wa Zhulumatul Ma’ashi karya Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthan.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.