☀️Kebersamaan Santri dan Anak-anak Gondang
Siang itu, langit Gondang terasa berbeda dari biasanya. Hujan turun lembut membasahi bumi, menghadirkan udara dingin yang menyegarkan. Namun, kehangatan tetap terasa—bukan dari sinar matahari, melainkan dari kebersamaan para santri PKL SPN yang tengah menjalani hari-hari PKL di desa Gondang.
Hari ini menjadi istimewa. Basecamp sederhana kami kedatangan tamu-tamu kecil nan menggemaskan: anak-anak desa sekitar. Rasa ingin tahu mereka begitu besar, semangat bermain pun meluap, hingga suasana pondok berubah riuh oleh tawa dan canda bersama.
Untuk menambah keceriaan, kami mencoba menguji pengetahuan mereka lewat kuis ringan. Salah satu pertanyaan yang kami lontarkan ialah, “Siapa nama kakek Rasulullah?” Beberapa menjawab “Abdullah”—yang kemudian kami luruskan dengan senyum, karena itu adalah nama ayah Rasulullah. Pertanyaan pun berganti ke bidang lain seperti matematika dan sejarah, membuat mereka semakin antusias.
Tak lama, azan berkumandang. Dengan penuh semangat, anak-anak kami ajak untuk menunaikan salat berjamaah di masjid. Kebersamaan itu menambah kehangatan suasana di tengah kesederhanaan.
Selepas Ashar, kegiatan berlanjut dengan bermain bola bersama di lapangan. Tawa lepas mereka saat berlari benar-benar membangkitkan energi. Setelah puas bermain, perjalanan pun kami lanjutkan menuju sungai. Di tengah jalan, seorang anak membuang sampah sembarangan. Dengan lembut namun tegas, kami menegurnya, “Dek, ayo sampahnya dibuang ke tempatnya ya. Kalau tidak, kakak tidak bagi-bagi kue lagi.” Teguran sederhana itu menjadi pelajaran kecil yang mudah diingat.
Kedekatan dengan anak-anak ini mengingatkan kami pada teladan Rasulullah ﷺ. Diriwayatkan bahwa beliau sering bercanda dan bermain dengan cucunya, Hasan dan Husain. Bahkan beliau pernah bersabda,
ليسَ منَّا من لَم يَرحَمْ صغيرَنا ، و يعرِفْ حَقَّ كَبيرِنا
“Barang siapa tidak menyayangi yang kecil di antara kami dan tidak menghormati yang besar, maka ia bukan termasuk golongan kami.” (HR. Abu Dawud)
Hari itu bukan sekadar bermain, melainkan juga belajar, berbagi, dan menanamkan nilai-nilai hidup. Semoga kebersamaan ini menjadi kenangan indah bagi kami, juga bagi anak-anak desa Gondang.


