๐ŸŽ KARENA MADU HATI JADI RINDU

๐Ÿฏ Kisah hadiah Sebotol Madu

Afdeling Sumberbulus merupakan salah satu lokasi pelaksanaan PKL SPN (Santri Peduli Negeri) tahun 2025. Sumberbulus terletak di perkebunan Zeelandia PTPN 1 Regional 5, Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Kab. Jember. Untuk menjangkau wilayah ini, Anda harus melewati jalur hutan milik perhutani. Jalannya terjal karena masih bebatuan. Kalau tidak terbiasa, akan merasa berat. Namun, Anda akan dihibur dengan pemandangan di kanan kiri jalan. Perkebunan kopi dipadu pohon berkayu keras dan kebun duren membuat capek Anda hilang seketika.

Di daerah terpencil ini terjadilah sebuah peristiwa sederhana namun sarat makna terjadi. Seorang warga mendapatkan hadiah sebotol madu At Tiin dari salah seorang Ustadz Maโ€™had Minhajul Atsar Jember. Hal ini terjadi saat kunjungan awal ke wilayah tersebut. Tampak sederhana, namun pemberian itu menyimpan makna besar.

Hadiah kecil itu disambut dengan penuh syukur, bahkan diabadikan dalam sebuah unggahan singkat. Ucapan terima kasih tulus pun tersemat, menjadi bukti bahwa kebaikan sekecil apapun bisa membuka pintu ukhuwah dan kedekatan hati.

“Terima kasih pak yai pondok pesatren Ma’had Minhajul Atsar Jember ๐Ÿคฒ๐Ÿป,” tulisnya dalam status WA dengan menampilkan foto madu at-Tin produk MMA yang digenggam dengan erat.

Tidak ada niat kecuali mengamalkan sabda Rasulullah ๏ทบ dalam hadisnya,

ยซุชูŽู‡ูŽุงุฏูŽูˆู’ุง ุชูŽุญูŽุงุจูู‘ูˆุงยป

โ€œSalinglah memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.โ€ (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 594).

Sunnah inilah yang patut dihidupkan. sebuah jalan sederhana untuk merajut ukhuwah antara pesantren dan masyarakat, sebelum para santri benar-benar terjun ke lapangan dakwah.

Madu yang manis itu mungkin hanyalah sekian tetes dari luasnya lautan amal kebaikan. Namun dari sanalah tumbuh rasa saling menghargai dan saling mencintai. Sebuah senyum, ucapan salam, atau sekadar hadiah sederhana bisa menjadi jembatan hati, mempererat kasih sayang karena Allah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses