3 amalan yang tidak terputus

jalan

 

Oleh Ahmad Papua Takhasus

 

 

Amalan yang dilakukan di dunia ini seluruhnya akan terputus  bersamaan dengan meninggalnya seorang. Namun di sana ada beberapa amalan yang akan terus bermanfaat bagi siapa saja yang beramal dengannya. Para pembaca yang budiman, amalan apakah yang dimaksud? Simak pembahasan berikut ini.

 

Berita nubuwah

Dari sahabat yang mulia Abu Hurairah radhyiallahu ‘anhu,  bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أوعلم ينْتَفع بِهِ أوولد صَالح يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia meninggal, maka amalannya akan terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak yang shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim no. 1631)

 

Takhrij Hadits

Hadits ini shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya pada kitab wasiat no. 1631. Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat Abdurrahman bin Shakhr atau masyhur (terkenal) dengan sebutan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Beliau masuk Islam pada tahun penaklukan Khaibar.

Beliau adalah sahabat yang sering bermajelis dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan merupakan sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Disebutkan bahwa beliau telah meriwayatkan 5.374 hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau wafat di Madinah pada tahun 57 hijriyah. Semoga Allah meridhoinya.

 

Makna hadits secara global

Hadits ini menerangkan bahwa ketika manusia meninggal dunia amalan-amalan sholeh yang dahulu dikerjakannya akan terputus, kecuali tiga amalan saja.

  1. Sedekah jariyah

Sedekah yang manfaatnya berkesinambungan seperti wakaf tanah, sumur, kendaraan, kitab, mushaf, masjid, dan lainnya. Semuaya akan bernilai pahala selama masih bisa diambil manfaatnya. Ini menunjukkan besarnya keutamaan wakaf, terkhusus harta wakaf yang diperuntukkan dalam urusan agama, seperti jihad, ilmu, dan ibadah lainnya.

 

  1. Ilmu bermanfaat

Di antara amalan yang tidak putus pahalanya adalah ilmu yang bermanfaat bagi manusia. Baik itu dengan cara mengajarkannya, maupun dalam bentuk karangan atau karya tulis. Maka baginya pahala selama ilmunya senantiasa dimanfaatkan meskipun dia sudah meninggal.

 

  1. Anak sholeh yang mendoakan orang tuanya

Anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya ketika mereka telah wafat. Sang anak mendoakannya dengan ampunan, rahmat, ditinggikan derajatnya, dan doa-doa kebaikan lainnya. Maka sangat dianjurkan bagi orang tua agar bersungguh-sungguh dalam mendidik anaknya. Menjaga meraka dari pergaulan bebas dan teman-teman yang jelek. Begitu pula minta kepada Allah agar diberikan anak dan keturunan yang sholeh. Karena setiap jiwa pasti akan mati, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.” (QS. Ali Imran: 185)

Oleh karenanya, kebutuhan kita terhadap amal sholeh sangatlah besar. Sebagai bekal kita di akhirat kelak. Harta melimpah, rumah megah, mobil mewah, semuanya akan ditinggal kecuali amal sholeh.

 

Penutup

Allah menjadikan dunia sebagai ladang beramal, berbuatlah selagi masih ada kesempatan. Jangan menunda-nunda, karena ajal datang secara tiba-tiba. Semoga Allah memberi kita taufiq dan menerima amal sholeh kita. Amin

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.