Apa yang Kita Lakukan di 10 Hari Pertama Bulan Zulhijah?

 

Oleh asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullahu Ta’ala

 

Telah sahih dari Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam sebuah hadis yang berbunyi:

مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالحُ فِيْهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ العَشَرِ. قَاْلُوا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلَا الِجهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَلَا الجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tidak ada hari-hari yang amalan saleh padanya lebih Allah cintai daripada 10 hari (pertama bulan Zulhijah ini). Para Sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah?’ Rasulullah shallahu alaihi wa sallam menjawab, ‘Tidak pula berjihad di jalan Allah sekalipun. Kecuali seseorang yang berangkat jihad dengan jiwa raga beserta hartanya, kemudian dia tidak kembali sama sekali (yakni mati syahid-pent).’”  (HR. Imam Ahmad no. 1968)

 

Kandungan Hadis

Dalam hadis ini terdapat hasungan agar kita semua untuk memperbanyak amal saleh di 10 hari pertama bulan Zulhijjah. Di antaranya dengan:

  1. Kita memperbanyak tasbih, tahlil, dan takbir. Seperti mengucapkan:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الحَمْدُ

  1. Memperbanyak sedekah, karena itu termasuk dari amalan saleh.
  2. Memperbanyak salat, karena dia merupakan amalan badan yang paling utama.
  3. Banyak-banyak membaca al-Quran, karena al-Quran merupakan sebaik-sebaik zikir.

Dan berbagai amal saleh lainnya seperti puasa sepanjang hari-hari ini, karena puasa termasuk dari amal saleh. Walaupun tidak ada satu hadis pun yang mengkhususkannya, namun ia masuk pada keumuman hadis ini sehingga terhitung amalan saleh. Maka kita puasa selama 9 hari bukan 10 hari disebabkan hari ke-10 adalah hari Id, dan tidak boleh untuk berpuasa padanya.

 

Dan puasa yang paling ditekankan adalah puasa Arafah kecuali bagi orang yang berhaji. Dahulu Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang keutamaan hari Arafah:

أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ، وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

“Aku sangat berharap kepada Allah untuk dihapuskannya dosa tahun kemarin dan yang akan datang.” (HR. Muslim no. 196)

 

Sumber: Muhadharah Syaikh Utsaimin yang disampaikan pada tanggal 16 Dzulqa’dah 1415 H, dengan pemberian subjudul dari kami.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.