Bahaya Berdoa Kepada Selain Allah, Tidak Bisa Masuk Surga

 

Oleh Yusuf Jogja, Takmili

 

Saudara-saudaraku yang semoga Allah rahmati, pada artikel kali ini kami akan menyampaikan dua hadis tentang larangan memohon atau berdoa kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Hadis yang Pertama

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللهِ نِدَّا دَخَلَ النّار

Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan ia berdoa kepada tandingan selain Allah, dia akan masuk neraka”. (HR. al-Bukhari dalam kitab tafsir no. 4497)

 

Hadits yang Kedua

Dari Jabir radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَقِيَ اللهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الجَنَّةَ وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ

Barangsiapa yang bertemu Allah dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dia akan masuk surga. Dan barangsiapa yang bertemu dengan-Nya dalam keadaan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dia akan masuk neraka.” [HR. Muslim dalam Kitab al-Iman no. 151-152]

 

Mengenal Perawi Hadis di Atas

Hadits Pertama

Ibnu Mas’ud, beliau adalah Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib al-Hudzali. Termasuk orang yang pertama-tama masuk Islam (as-sabiqunal awwalun), dan termasuk ulama senior dari kalangan sahabat.

Keutamaan beliau sangat banyak, beliau diangkat sebagai gubernur Kufah oleh Umar radhiyallahu’anhu. Wafat pada tahun 32 Hijriah di Madinah.

 

Hadits Kedua

Jabir, beliau adalah Jabir bin Abdilllah bin Amr bin Haram al-Anshari as-Sulami, seorang sahabat putranya sahabat. Beliau mengikuti 19 peperangan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wafat pada usia lebih dari 70 tahun di Madinah.

 

Di Antara Faedah Dua Hadis di Atas

  1. Kedudukan doa, dan bahwasanya doa termasuk bentuk ibadah kepada Allah yang paling agung.
  2. Berdoa kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bentuk kesyirikan dan kezaliman yang parah.
  3. Barangsiapa yang berdoa kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ia tidak akan mendapatkan balasan kecuali neraka apabila ia mati dalam keadaan musyrik (belum bertaubat).

 

Penutup

Ini yang bisa kami sampaikan, semoga Allah memberi taufik-Nya kepada kita semua dan menjaga kita dari perbuatan syirik, amin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.