Cara Bijak Gunakan Media Massa

 

Oleh asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu Ta’ala

 

Pertanyaan

Sebagaimana yang diketahui, mayoritas dari media massa seperti televisi atau semisalnya, padanya mengandung kefasikan, kebobrokan dan kejelekan yang nyata. Kecuali sedikit yang tidak. Oleh karena itu, apakah pada permasalahan ini dapat diterapkan kaedah ‘Mencegah keburukan lebih didahulukan daripada mencari manfaat’? Semoga Allah memberikan ganjaran kepadamu.

 

Jawaban

Kaedah ini merupakan kaedah yang agung, yang senantiasa dan pasti akan sering diterapkan. Yaitu bahwa mencegah keburukan lebih didahulukan daripada mencari manfaat.

Dan media-media ini (media massa), pemerintah dari kalangan ulama dan para pejabat harus menasehati tentang (bahaya)nya. Masyarakat umum juga harus saling menasehati di antara mereka, serta berhati-hati dari efek negatif yang akan menimpa mereka di negeri ini atau yang lainnya disebabkan (media-media itu).

Wajib bagi mereka untuk menjauhi perbuatan mungkar, jangan sampai mereka melakukannya dan jangan coba-coba mendengarnya. Justru mestinya mereka senang dengan al-Haq dan mendengarkannya.

Demikian juga terkait koran dan majalah-majalah, hendaklah mereka bisa memilih yang baik dan meninggalkan yang jelek darinya. Karena, orang yang beriman itu dia dapat memilih dan tidak menjadi seperti pencari kayu bakar di malam hari (yang gelap), dia mengambil kayu, pun mengambil ular juga.

Demikian pula media massa, baik yang bersifat verbal ataupun visual. Ambil darinya perkara yang mengandung kebaikan, serta tinggalkan yang mengandung kejelekan.

Sementara para ulama dan pemerintah, walhamdulillah mereka senantiasa menasehati dan memberi bimbingan. Kita memohon kepada Allah manfaat dengan adanya media-media itu, dan semoga Ia memberikan taufik kepada pemerintah agar dapat memberikan perbaikan kepada negara dan masyarakatnya. Sungguh, Allah adalah sebaik-baik yang dimintai permohonan.

 

Sumber: Kumpulan fatwa asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah 5/74.

Alih bahasa: Abdul Malik Ian Pontianak, Takhasus.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.