Edukasi dan Vaksinasi Santri

 

Oleh Tim Reportase Santri

 

“Nanti jam 10 ada edukasi tentang vaksinasi di masjid, tolong sampaikan ke lembaga lain yaa…” Kata salah seorang ustadz melalui telepon kepada salah seorang santri yang bertugas memegang HP Kantor Takhasus.

“Takmili ma’had dua berarti ke sini juga ustadz?”

“Iya, ke sini juga.” Jawab beliau ringkas.

“Jangan lupa juga, siapakan proyektornya yaa, sama 2 kursi.” Tambah beliau.

“Na’am ustadz.” Tanggap santri itu.

 

Tak lama setelah itu, agenda itu langsung dipublikasikan ke seluruh santri Ma’had Minhajul Atsar. Baik melalui tulisan di papan pengumuman kantor Takhasus, melalui telepon kepada Pengurus Lembaga Takmili yang tinggal di Ma’had dua, maupun dengan menghubungi pengurus Lembaga Tahfizh.

Alhamdulillah, walaupun sang ustadz baru menginformasikan 3 jam sebelum mulainya acara, namun pesan beliau sudah tersampaikan ke seluruh santri di setiap lapisannya.

 

Tidak Normal Seperti Biasanya

Tak biasanya masjid terlihat ramai dan penuh di jam-jam 10 siang seperti ini. Karena biasanya, agenda aktivitas harian santri lebih banyak yang dilakukan di luar masjid. Apa lagi wajah-wajah baru santri Ma’had dua ikut mewarnai masjid kala itu.

Saat itu, bertepatan pada hari Senin tanggal 25 Juli 2021 M. Semua santri terlihat bahagia dan ceria, karena tidak jarang sebelumnya mereka menanyakan “Kapan kita mendapat Vaksin?” Walaupun tidak ada santri yang mengetahui secara pasti tanggal Vaksinasi, tapi edukasi dan pencerahan tentang Vaksin ini seolah membawa pesan baik, “Waktu Vaksin semakin dekat.”

 

Setelah meja ustadz disusun di bagian barat masjid Ali bin Abi Thalib, begitu pula proyektor dihidupkan, dan laptop juga dinyalakan, datanglah dua orang yang dari tadi ditunggu-tunggu oleh para santri. Langkah mereka berdua semakin dekat dengan meja dan 2 kursi yang telah siap. Satu duduk di kursi dengan meja, dan yang lainnya duduk di kursi tanpa meja.

Kursi dengan meja untuk Ustadz Alfian hafizhahullah dan beliau membawa perangkat laptop, kemudian kursi sebelahnya untuk salah satu Tim Medis Pesantren ini yang bernama dr. Jamil hafizhahullah.

Pertama-pertama acara ini dibawa oleh ustadz Alfian hafizhahullah. Beliau menjelaskan dasar utama, “Mengapa Ma’had kita melakukan Vaksinasi?.” Materi yang beliau sampaikan juga terpampang di layar proyektor, sehingga semua santri bisa menyimak dengan seksama apa yang beliau sampaikan.

 

Apa Hukum Vaksinasi?

Ustadz Alfian hafizhahullah dengan cakapnya membacakan fatwa tentang Hukum Vaksin, fatwa pertama yang beliau bacakan adalah fatwa dari asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu Ta’ala. Yang pada intinya Syaikh bin Baz mengatakan: Tidak mengapa berobat jika khawatir akan tertimpa penyakit. Baik karena adanya pandemi (wabah) atau pun sebab-sebab lain yang dengannya dikhawatirkan akan tertimpa penyakit.” (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 6/21)

Kemudian setelah itu, beliau membawakan pernyataan asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah tentang vaksinasi meningitis, di antara yang beliau sampaikan adalah: “Pelaksanaan penyuntikan ini (vaksinasi) adalah tidak mengapa, tidak bertentangan dengan tawakkal. Bahkan itu termasuk tindakan melakukan sebab-sebab yang bermanfaat, yang dengannya Allah menghilangkan kejelekan (penyakit, dll, pen).”

(baca selengkapanya di: https://binothaimeen.net/content/167

Tampilan Proyektor Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu Ta’ala

 “Itulah fatwa dua Ulama terkemuka pada zaman ini. Kemudian kita akan membaca apa kata Bapak presiden Jokowi hafizhahullah mengenai Vaksin ini…” Kata ustadz Alfian hafizhahullah

“Coba geser slide selanjutnya….” Kata ustadz Alfian kepada operator proyekt or.

Ustadz membacakan apa yang terpampang di layar proyektor melalui laptop yang beliau bawa. Sedangkan para santri pandangannya fokus ke depan menyimak dengan seksama apa yang beliau baca hafizhahullah.

Terus-menerus ustadz menekankan, bahwa vaksin yang dipakai oleh pemerintah adalah vaksin yang halal, dan sudah mendapatkan izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan).

Bahkan lebih dari itu, ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) mengatakan:

Tampilan Proyektor Kutipan Pernyataan Ketua IDI

 

Sesi Kedua

Setelah ustadz Alfian hafizhahullah berbicara panjang tentang pijakan utama “Mengapa Pesantren kita akan melakukan Vaksinasi” dan pentingnya hal itu, pembawa acara beralih ke dr. Ahmad Jamil hafizhahullah.

Sang dokter mengenalkan lebih akrab kepada hadirin tentang vaksinasi, reaksi yang terjadi pasca vaksinasi dan sedikit membahas virus Corona dan mutasinya.

Tampilan Proyektor Salah Satu Materi Edukasi

“Antum nanti divaksin dengan vaksin yang bernama SINOVAC.Terang dokter asal Solo itu

Terus sang dokter berbicara dan para santri menyimak materi yang disampaikan melalui layar proyekor sampai jam menunjukkan pukul 11.15 WIB.

 “Kemudian nanti setelah vaksin, tidak ada efek yang membahayakan. Jadi antum tenang aja, dan jangan takut.” Kata dokter menghimbau para santri.

 

Kesimpulan

Kesimpulan yang bisa dipanen dari edukasi ini, bahwa Ma’had ini melakukan vaksinasi karena:

  1. Di sana ada fatwa ulama tentang bolehnya vaksinasi,
  2. Hasungan pemerintah;
  3. Dan kehalalan fisik vaksin itu sendiri.

 

Penutup

Alhamdulillah, pada hari itu pula kami para santri berhasil mengikuti program vaksinasi Covid-19 dosis pertama, melalui kerjasama dengan Pemkab setempat dan Kodim 0824 Jember. Jumlah seluruh yang tervaksin adalah 573 orang.

Semoga kegiatan ini menjadi realisasi tawakkal kita kepada Allah dan upaya untuk menempuh sebab agar terlindungi dari virus Covid-19 ini, amin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Promo Qurbani