Hukum Berdoa dengan Suara Keras

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah,

Soal:

Sebagian orang mengeraskan suara ketika berdoa hingga mengganggu orang-orang disekitarnya. Bagaimana hukum perbuatannya ini? Kami sungguh mengharapkan faedah dari kalian.

Jawab:

Sunnah yang diajarkan Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah melirihkan suara ketika berdoa, baik berdo’a dalam shalat atau selainnya, karena Allah subhanahu wata’ala berfirman,

{ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ}

“Berdoalah kepada Rabb-kalian dengan merendah diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. (al-A’raaf: 55)

Dan juga dikarenakan yang demikian ini lebih menyempurnakan keikhlasan, serta lebih mengonsentrasikan hati dalam berdo’a, juga tidak mengganggu orang-orang disekitar kita yang sedang shalat, atau sedang membaca al-Qur’an. Kecuali jika do’a tersebut  adalah do’a yang disyariatkan untuk diamini seperti do’a qunut dan do’a istisqa’, maka disunnahkan bagi imam untuk mengeraskan suaranya hingga diamini oleh orang-orang yang mendengarnya.

Allah subhanahu wata’ala lah yang maha memberi taufiq.

Sumber: Majmu’ Fatawa al-‘Allamah Abdul Aziz Bin Baz rahimahullah

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.