KESAN PERTEMUAN PERTAMA MENENTUKAN LANGKAH SELANJUTNYA
📆 Jumat pagi itu (05/09), langkah kami menapaki wilayah PTPN I Regional 5 Kebun Zeelandia, tepatnya di Afdeling Gondang dan Sumber Bulus. Udara segar perkebunan menyambut, seolah mengingatkan bahwa inilah tempat baru yang akan menjadi ladang perjuangan kami.
📍Survei lokasi kali ini tidak sekadar melihat kondisi geografis. Lebih dari itu, kami belajar menyapa masyarakat, mengetuk pintu hati, dan memperkenalkan diri sebagai tamu yang ingin ikut berkhidmat.
🤝 Kami pun bersilaturahmi kepada beberapa tokoh masyarakat, diantaranya:
👤 Bapak Shadli (Ketua RT Gondang)
👤 Bapa Mushlih (tokoh masyarakat)
👤 Bapak Abdul Aziz (Ketua RT 03 Sumber Bulus)
Dengan penuh hormat kami memohon izin dan bimbingan, karena kami sadar—sebuah perjalanan tidak akan berjalan lancar tanpa kerja sama dari masyarakat yang kami datangi, biidznillah.
🌱 Dari kegiatan ini kami belajar:
– Bahwa memahami kondisi sosial masyarakat adalah kunci.
– Bahwa adab sebagai tamu harus selalu dijunjung tinggi.
– Bahwa keakraban sejak awal akan membuka pintu keberkahan.
Allah Ta’ala telah menuntun kami dengan firman-Nya,
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS. An-Nur: 27).
🔖Teringat titah Nabi ﷺ kepada sahabat mulia Muadz bin Jabal radhiyallahu anhu ketika mengutusnya ke negeri Yaman,
” إنك تأتي قوماً من أهل الكتاب
“Sungguh engkau akan mendatangi suatu kaum yang merupakan ahlul kitab”
Yakni, Rasulullah menjelaskan kondisi medan dan masyarakat yang akan dituju agar diketahui oleh Mu’adz.
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah memberi faedah,
أنه ينبغي أن يُذكر للمبعوث حال المبعوث إليه، حتى يتأهب لهم، وينزلهم منازلهم.
“Seyogianya dijelaskan kepada seorang yang diutus (dalam dakwah) tentang keadaan orang-orang yang menjadi tujuan dakwahnya, agar ia dapat bersiap menghadapi mereka dan menempatkan mereka sesuai kedudukan mereka.” (Syarh Riyadis Shalihin II/502).


