Manfaatkan kesempatan! Karena ia belum tentu terulang

Oleh Ahmad Papua 3B Takhasus

 

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

” مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ ”

“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu Allah Ta’ala akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”  (HR. Ahmad no.8316)

Sebuah keutamaan besar bagi para pecinta dan pencari ilmu sekaligus pelecut semangat buat mereka. Yah, seandainya keutamaan tholabul ilmi hanya ini saja, niscaya sudah mencukupi akan tetapi keutamaan menuntut ilmu jauh lebih banyak. Lantas apakah kita sebagai seorang mukmin tidak mau mendapatkan dan meraih keutamaan- keutamaan yang besar tersebut? Seberapa besarkah keinginan kita terhadap surga Allah Ta’ala?

 

Kesempatan emas, mari manfaatkan

Saudaraku di jalan Allah…

Semangat dan berjuanglah! Selama Allah Azza Wa Jalla masih memberi kesempatan emas ini kepada kita. Ingat ! bukanlah ilmu yang butuh kepada kita tetapi sebaliknya, kitalah yang butuh terhadap ilmu. Bahkan kebutuhan kita kepada ilmu lebih besar dari makan dan minum.

Saudara- saudara kita kaum muslimin diluar sana banyak yang menginginkan tholabul ilmi, namun keinginan tersebut tidak berarti. Karena ada kendala baik biaya, orang tua, keluarga dan berbagai faktor lainnya membuat keinginan mereka menjadi angan- angan belaka.

Sungguh sangat disayangkan manakala Allah Ta’ala memberi kesempatan tholabul ilmi kepada seseorang akan tetapi tidak dimanfaatkan dan dimaksimalkan.

 

Saudaraku di jalan Allah…

Serius dan sungguh-sungguh! Sudah saatnya kita harus bangkit dan berkorban, korbankan jiwa raga dan harta-harta kita demi limu. Luangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk ilmu. Tidakkah kita mengetahui dan menyadari bahwa ilmu ini bagaikan lembah-lembah, satu lembah saja tidak ada yang mampu untuk menaklukkannya lalu bagaimana dengan lembah-lembah lainnya?

 

Musuh sedang berbuat, apa yang kita lakukan?

Musuh-musuh Islam sangat serius dan berambisi dalam mengkader anak- anak mereka. Bentakan, pukulan, tendangan serta pendidikan- pendidikan kejam lainnya mereka siapkan untuk diberikan kepada anak- anak mereka. Agar menjadi orang-orang yang pemberani lagi tidak cengeng.

Lantas apakah kita sebagai pahlawan dan pembela Islam mau kalah dengan mereka? Kalau mereka mau semangat dalam menghancurkan Islam dan kejelekan maka sudah sangat pantas bagi kita semangat dan bersungguh- sungguh dalam membela Islam dan kebaikan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.