Menjadi yang Terbaik dengan Amar Makruf Nahi Mungkar

 

Oleh Muhammad Hafizh Perawang, Takhasus

 

Amar makruf nahi mungkar (memerintahkan kepada yang baik dan mencegah dari yang mungkar), merupakan poros terbesar dalam agama Islam, dan tujuan penting diutusnya para nabi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Manakala urusan ini ditinggalkan, lenyaplah agama ini, tampaklah kebinasaan, dan runtuhlah negeri-negeri.

Sudah menjadi sebuah ketentuan dan kepastian dari Rabb semesta alam, bahwa umat ini merupakan umat terbaik lagi termulia yang Allah ciptakan di muka bumi. Bukan karena mereke memiliki ka’bah baitul haram, bukan karena jumlah dan kuantitas mereka. Bukan pula karena mereka terunggul dalam mengerjakan salat malam. Sekali lagi bukan.

 

Tapi, mereka unggul karena amar makruf dan nahi mungkar yang mereka lakukan. Allah Ta’ala berkata:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِالله

“Kamu adalah umat yang terbaik yang terlahir untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali ‘Imron: 110)

Dalam ayat ini penyebutan amar makruf nahi mungkar didahulukan dari pada penyebutan iman kepada Allah itu sendiri. Karena tidak mungkin ada iman di tengah-tengah orang yang tidak melakukan amar makruf nahi mungkar.

 

Bukti Loyalitas

Dalam surat at-Taubah, Allah mengabarkan bahwa kaum muslimin itu saling mencinta satu sama lainnya. Loyalitas mereka sangatlah tinggi satu sama lain. Allah juga mengabarkan bahwa amar makruf nahi mungkar yang mereka lakukan adalah bukti loyalitas tersebut, bahkan yang paling tingginya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan mendapat rahmat dari Allah.” (QS. At-Taubah: 71)

 

Di Balik Sikap Meremehkan Amalan Ini

Allah berkata dalam surat al-Maidah:

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ . كَانُوا لا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Terlaknatlah orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka tidak saling melarang dari tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sungguh amat buruklah apa yang mereka perbuat itu.” (QS. Al-Maidah: 78-79)

 

Abdullah al-Umary az-Zahid rahimahullah, cicit Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Siapa yang meninggalkan amar makruf karena tidak enak atau takut terhadap para makhluk, akan kewibawaan dan kehormatannya akan hilang. Kalau ia memerintahkan sesuatu kepada anaknya, ia akan diremehkan oleh anaknya tersebut.” (Al-Bidayah 8/375)

 

Penutup

Mulai dari lingkup terkecil; keluarga, kehidupan di kelas, asrama, hingga lingkup terbesar; ma’had, kompleks perumahan, dusun, kampung, dan seterusnya, amar makruf dan nahi mungkar merupakan adab yang harus  kita hidupkan bersama.

Tanpanya kebaikan sekecil apapun mustahil akan tumbuh. Iman yang merupakan satu-satunya kunci pembuka pintu surga, pun tidak akan ada tanpanya. Karena sebab itulah, penyebutannya didahulukan sebelum penyebutan iman, sebagaimana dalam ayat yang sudah kita lalui tadi.

 

Selain faedah yang telah kita baca tadi, ada empat keutamaan lain dari amalan terbesar yang harus kita hidupkan bersama dalam komunitas ini:

  1. Memperoleh rahmat, sebagaimana dalam surat at-Taubah di atas.
  2. Mendapat kesuksesan, sebagaimana yang tertera dalam surat Ali ‘Imran.
  3. Menjadi umat terbaik. Jika lingkungan anda ingin menjadi yang terbaik, baik kelas, ruangan, ataupun keluarga, mari lakukan amar makruf nahi mungkar.
  4. Selamat dari kerugian, kerugian yang mencakup berbagai hal. Dalam bertindak, dalam belajar, dan seluruh bentuk kerugian lainnya.

Semoga yang sedikit ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk semangat dalam beramal saleh, di antaranya adalah amalan amar makruf dan nahi mungkar ini. Amiin yaa Mujiibas sailin

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.