Selamat datang para calon santri-para penuntut ilmu syar'i warisan Nabi. Untuk mengikuti ujian online UMTB klik di sini!

Nasehat Syaikh Rabi’ tentang thalabul ilmi

 

Nasehat Syaikh Rabi’ hafizhahullah Dalam Menuntut Ilmu

 

Saya nasehatkan untuk diri saya pribadi dan anak-anakku beserta saudaraku sekalian untuk senantiasa serius di dalam menuntut ilmu. Yang namanya ilmu itu tidak ada batas akhirnya. Oleh karenanya, setinggi apapun tingkat keilmuan dan kecerdasan seseorang, ia tetap harus terus konsisten menuntut ilmu hingga berjumpa dengan Rabbnya Tabaraka wa Ta’ala.

Salah seorang ulama kibar nan hafizh pernah ditanya saat menghadapi sakaratul maut, “Hal apa yang paling anda angan-angankan?” “Aku berangan-angan rumah ini sepi dari keramaian -demikian diriwayatkan-, dan juga sanad yang tinggi.” Jawabnya. Dirinya berharap mendapatkan sanad hadits yang tinggi dan rumah yang sepi, padahal ia sedang menahan sakitnya menghadapi sakaratul maut.

 

Ada dua jenis manusia yang tak pernah terpuaskan, salah satunya pencari ilmu. Seorang penuntut ilmu tidak akan pernah puas. Orang yang Allah inginkan kebaikan untuknya, tidak akan pernah puas dengan kebaikan tersebut.

Teruslah konsisten dalam menuntut ilmu, karena itu termasuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah yang paling afdhal. Akan Allah angkat derajat para pemilik ilmu. Para ulama sepakat bahwa menuntut ilmu itu lebih utama daripada jihad di jalan Allah, lebih utama daripada ibadah-ibadah sunnah, dan seterusnya.

Dikarenakan seorang pencari ilmu tidak mencari ilmu itu hanya untuk diri pribadinya saja. Memang benar ia membersihkan jiwanya dengan ilmu tersebut, dan dia mengambil manfaat darinya. Namun ia juga akan memberi manfaat kepada selainnya. Manfaat ilmunya juga bisa dirasakan oleh orang lain.

 

Berbeda dengan orang yang mengerjakan ibadah dan jihad, manfaatnya untuk dirinya sendiri. Akan tetapi yang ingin ia pelajari dan ajarkan ini adalah warisannya para nabi. Para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, yang mereka wariskan adalah ilmu. Sebaik-baik pewaris para nabi adalah mereka yang serius dalam menuntut ilmu, mengikhlaskan niatnya hanya untuk Allah Tabaraka wa Ta’ala, mengajak manusia kepada hidayah Allah, kepada kebenaran dan jalan yang lurus.

Sekali lagi saya nasehatkan diri saya untuk terus melanjutkan dan menyingsingkan lengan dalam menuntut ilmu. Allah Tabaraka wa Ta’ala pasti akan mendatangkan manfaat kepada kita dan mensucikan jiwa kita disebabkan menuntut ilmu insyaAllah.

 

Allah pasti akan membantu kita dalam menghadapi masyarakat muslimin, baik ketika mengajar atau memberikan fatwa kepada mereka. Ilmu itu akan membuat kehidupan kaum muslimin menjadi stabil, baik dalam bidang ibadah, akidah, jihad, dan seluruh tindak-tanduk mereka.

Sebaliknya jika ilmu sudah hilang dari tatanan kehidupan masyarakat muslimin, maka kejahilan akan berkuasa, kesesatan akan menyelimuti mereka, yang pada akhirnya sama dengan kiamat bagi mereka. Karena hilang dan musnahnya ilmu merupakan di antara tanda-tanda tegaknya hari kiamat.

 

[Sumber: Rekaman yang berjudul: “Pertemuan Bersama Syaikh Rabi’ di Masjid Al-Khair.”]

 

📝 Diterjemahkan oleh Abdul Halim Perawang.

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.