Papan Edukasi, Jendela Bimbingan Santri

Papan edukasi

 

Oleh Tim Reportase Santri

 

Selasa, 18 Jumadil Akhirah 1443 / 15 Januari 2022, papan mading berukuran ± 2.2 X 1.2 meter dengan tiang galvalum yang menyangganya setinggi 2.2 meter itu telah resmi menjadi Papan Edukasi. Peresmiannya ditandai dengan selesainya penempelan kop bertuliskan ‘Papan Edukasi Santri Ma’had Minhajul Atsar’ dalam dua bahasa (Indonesia-Arab) di bagian atasnya.

Posisinya yang berada di depan kamar 2 Takhasus  -tempat lalu-lalang santri paling ramai-, menjadikannya sangat strategis untuk menarik perhatian para santri agar membaca informasi edukatif yang tersaji di dalamnya.

 

Tidak hanya menempel KOP, Tim Kantor Takhasus selaku penanggung jawab Papan Edukasi juga membaginya menjadi dua ruang; Pojok Karya Santri di sebelah kanan dan Pojok Edukasi di sebelah kiri. Dekorasi desain pesawat kertas menjadi pembatas antara dua ruang tersebut.

Di pagi hari itu juga, Tim Kantor menempel artikel perdananya di Pojok Karya Santri. Berisi karya santri terbaru di situs-situs milik ma’had (Minhajul Atsar dan Islam Hari Ini), para santri segera mengerumuninya. Mereka begitu antusias membaca hasil karya tulis atau mengamati desain poster teman-temannya sendiri, sebagian bahkan termotivasi untuk ikut berkarya.

Papan edukasi

Pojok Karya Santri

Kali itu, yang tertempel adalah artikel reportase kegiatan santri. Walaupun mereka sendiri juga menjalani kegiatan itu, tapi membacanya dari sudut pandang penulis reportase, memberikan pelajaran tersendiri, bahwa ternyata kegiatan yang selama ini mereka jalani bukanlah kegiatan biasa. Dari artikel reportase itu, mereka seolah baru tersadar akan sisi-sisi manfaat yang mungkin selama ini mereka belum menyadarinya.

Walau rinai hujan turun, mereka tetap datang silih berganti. Atap tambahan dari seng di selasar asrama Takhasus dapat menaungi mereka dari hujan yang membasahi.


Baca Juga: Inilah Santri Sejati


Kilas Balik

Sebenarnya, papan mading yang sekarang menjadi Papan Edukasi itu sebelumnya terletak di dekat taman bermain. Berseberangan dengan mading at-Tibyan yang menempel di dinding utara maqshaf.

Tempat itu dahulunya juga strategis. Asatidzah, ikhwan dan anak-anak kecil dapat melihatnya dengan mudah setiap kali mereka hendak masuk ke ma’had atau berangkat ke masjid melalui gerbang yang ada di dekat sana. Namun sejak akses melalui gerbang itu dibatasi, kini daerah di sekitarnya (letak mading itu berada) tak lagi menjadi tempat yang strategis.

Lama tak ter-openi, papannya menjadi lapuk. Atap mini di atasnya tak cukup menaungi dari paparan hujan lebat dan panas sepanjang siang. Atas dasar itu, tercetuslah ide untuk memanfaatkannya kembali dengan meletakkannya di depan asrama Takhasus setelah melalui proses perbaikan.

 

Perbaikan Mading

Beberapa santri dari kelas 4 Takhasus, merekalah yang mendapat peran sebagai eksekutor untuk memperbaiki mading tersebut. Di hari libur Jumat 18 Jumadil Akhirah 1443 / 21 Januari 2022, di saat santri lain sedang asyik dengan permainan masing-masing, mereka justru sibuk mengutak-atik mading tersebut untuk menghadirkannya dengan tampilan baru.

Jika sebelumnya media tempel pada mading tersebut hanya berupa lembaran papan saja, kini mereka menambahinya dengan lapisan busa dari matras-matras yang tak terpakai (evamat). Kertas-kertas informasi yang dahulu harus ditempel menggunakan isolasi, kini cukup menggunakan pines yang dapat digunakan kembali.

Tersisa lapisan paling luar untuk menutupi warna matras yang tak beraturan, mereka sempat berpikir untuk membalutnya dengan kain seprai atau sarung. Hingga akhirnya banner bekas menjadi pilihan terbaik setelah diskusi kecil yang mereka lakukan.

Papan edukasi

Proses pengerjaan pembuatan lapisan tambahan untuk Papan Edukasi

Pertama kali, mereka mengerjakan pembuatan lapisan tambahan tersebut di dalam asrama. Setelah selesai, mereka membawanya ke luar asrama untuk menempelkannya di papan mading yang telah mereka geletakkan di depan asrama. Mirip seperti papan tulis putih, kini ia terlihat lebih cantik lengkap dengan isolasi hitam yang menjadi bingkainya.

Usai pengeleman dengan lem Fox, mereka mendiamkannya sesaat sebelum mendirikan papan tersebut. Tujuannya supaya lem dapat merekat kuat dan agar lebih tahan lama serta tidak mudah lepas atau copot.

Mading tersebut mereka biarkan beberapa hari. Hingga akhirnya Selasa keesokannya, papan mading yang telah menjadi Papan Edukasi itu sudah kokoh di tempatnya, di depan kamar dua. Alhamdulillah, wala haula wa la quwwata illa billah..

 

Harapan Bersama

Semoga yang sedikit ini bermanfaat dan dapat memberikan motivasi serta semangat bagi para pembaca sekalian.  Semoga pula, Allah memudahkan urusan para asatidzah di ma’had ini dalam mengkader para santrinya untuk menjadi pejuang dakwah Ilahi. Amin.


Artikel Kami: Mari Menuntut Ilmu..!


Penulis: Abu Khalid Haidar Surakarta, Takhasus

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.