Petaka di Malam Tahun Baru, Ambillah Pelajaran!

 

Topik Utama 05 Mading at-Tibyan edisi 05 / Jumadal Ula 1443 H

 

Oleh Faridz Wates, Takhasus

 

Kata banyak orang, malam tahun baru itu sangat seru. Gemerlap malam seakan hidup, dipenuhi suara terompet dan Letusan bunga api di sana-sini. Tak pernah terlewatkan momen ini di banyak kota-kota metropolitan. Seolah mereka lupa, bahwa tak jarang perayaan Tahun Baru justru menyebabkan petaka di malam tahun baru.

 

Petaka di Malam Tahun Baru

Langit angkasa menyala berwarna-warni, seiring petasan yang membumbung di angkasa tinggi. Suara letusan petasan dan warna yang bermacam-macam membuat mata dan telinga yang melihat dan mendengar terkesima. Hanyut dalam ‘indahnya’ suasana.

Namun ingatlah, itu kata mereka. Apa yang mereka gambarkan memang selaras dengan fakta tapi pada satu sisi saja. Sedangkan dari sisi lain, semua itu ternyata hanya kesenangan sekejap mata yang menimbulkan banyak mafsadat dan malapetaka.

 

Coba kita jawab pertanyaan ini! Bukankah ketika perayaan tahun baru tak sedikit insiden memilukan terjadi? Baik itu di tanah air tercinta atau di negara tetangga.

Simaklah sepotong kisah dan peristiwa kejadian tragis tahun baru berikut ini.


Baca Juga: Membakar Petasan Berakibat Kebencian


Korban Petasan

  1. 15 Korban luka di Denpasar, Bali. Tahun 2014 silam 15 warga Kota Denpasar dari berbagai usia menjadi korban ledakan pada perayaan Tahun Baru 2014. Padahal, polisi sudah rajin menggelar razia, tapi tetap saja berjatuhan korban.
  2. 8 anak terkena mercon malam tahun baru di Jakarta pada tahun 2014. Akhirnya mereka harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
  3. Bayi meninggal terkena petasan di Merauke, Papua, 2014. Seorang bayi yang masih berusia lima bulan meninggal karena terkena ledakan petasan tahun baru 2014.
  4. 2 orang, jari tangannya nyaris putus di Bogor, Jawa Barat, tahun 2014. Dua orang ini masih beruntung –walhamdulillah- karena ledakan tidak mengenai bagian tubuh yang lain. Ledakan ini terjadi karena petasan justru meledak di tangannya sebelum dilempar.
  5. Seorang pria 34 tahun meninggal karena petasan meledak di wajahnya ketika dia sedang membawa barang ilegal itu di Kota Melbourne, Australia, saat hendak merayakan Tahun Baru tahun 2013 .
  6. Sebanyak 454 orang di Ibu Kota Manila, Filipina, terluka akibat ledakan kembang api dan sejumlah tembakan saat merayakan malam Tahun Baru tahun lalu. Mereka yang terluka akibat tembakan senjata ada 18 orang dan empat lainnya luka akibat petasan.
    Departemen Kesehatan Filipina menyatakan sebanyak 177 anak di bawah umur sebelas tahun ikut jadi korban dalam peristiwa itu. Sekitar 20 orang bahkan harus mengalami amputasi.

 

Ambillah Pelajaran!

Berdasarkan cuplikan kisah di atas dapat kita simpulkan bahwa main petasan banyak keburukannya dibandingkan kebaikannya. Bahkan tak jarang juga merugikan orang lain.

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang umatnya dari melakukan hal yang menimbulkan mudarat  (kerugian) untuk diri pribadi terlebih orang lain. Kata beliau,

«لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ»

‘’Tidak boleh membahayakan diri-sendiri dan orang lain.’’ (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh al Albani dari sahabat Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma)


Artikel Kami: Hukum Menyampaikan Ucapan Selamat Atas Hari Raya Orang Kafir


Main petasan adalah perbuatan bermudarat yang syariat islam sangat tidak menganjurkannya. Oleh karenanya, kita yang mengaku tunduk serta cinta dengan syariat islam, sekaranglah waktunya kita membuktikan pengakuan tersebut.

 

# Muslim anti kembang api.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.