Yang Sudah Lama Dinanti
Jember, Sabtu 8 Rajab 1447 H / 27 Desember 2025 M
Hari itu akhirnya tiba. Pada Sabtu, 8 Rajab 1447 H / 27 Desember 2025 M, penantian panjang para santri berakhir sudah. Sejak Senin, 24 November 2025 M, mereka menunggu pelaksanaan MBG. Sebuah program yang sempat tertunda karena beberapa hal. Penantian tersebut kini terbayar, dan dengan izin Allah Ta‘ala, program yang telah lama dinanti itu akhirnya dapat direalisasikan dengan baik.
Pelaksanaan MBG pada hari itu berlangsung di Jember, melibatkan para santri sebagai penerima manfaat utama. Program ini diselenggarakan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian, sekaligus upaya menghadirkan keberkahan di tengah kehidupan para penuntut ilmu. Momen ini pun menjadi pengingat bahwa setiap rencana yang tertunda tetap berada dalam ketentuan Allah Ta‘ala yang Mahabijaksana.
Pada tahap awal pelaksanaannya, MBG disalurkan dalam bentuk makanan kering. Proses penyaluran dilakukan secara tertib dan sederhana, namun penuh makna. Paket yang diterima para santri terdiri dari dua kotak susu, dua buah roti, satu buah pir, dan satu buah apel. Meski tampak sederhana, paket tersebut menyimpan makna besar sebagai wujud nikmat Allah Ta‘ala yang patut disyukuri.
Seluruh yang diterima pada hari itu bukan sekadar konsumsi jasmani, melainkan juga pelajaran rohani.
Nikmat yang Allah Ta‘ala berikan menjadi pengingat atas pentingnya rasa syukur. Sesungguhnya, ketika seorang hamba bersyukur atas nikmat-Nya, Allah akan menambah nikmat tersebut. Namun apabila nikmat itu diingkari, maka azab yang pedih menjadi peringatannya. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta‘ala dalam Surat Ibrahim ayat 7,
“Dan (ingatlah) ketika Rabb kalian memberitahukan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’” (QS. Ibrāhīm: 7)
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan dalam sabdanya:
مَنْ لَا يَشْكُرِ النَّاسَ لَا يَشْكُرِ اللَّهَ
“Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka ia tidak akan bersyukur kepada Allah.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
Melalui program MBG ini, para santri tidak hanya merasakan manfaat secara jasmani, tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga tentang makna syukur, kesabaran dalam menanti, dan kepedulian terhadap sesama. Penantian yang panjang mengajarkan bahwa setiap nikmat memiliki waktu terbaiknya sendiri menurut Allah Ta‘ala.
Semoga Allah Ta‘ala melipatgandakan dan membalas seluruh kebaikan pemerintah serta semua pihak yang terlibat, menjadikannya sebagai pemberat amal kebaikan di akhirat kelak, dan menjadikan kita semua termasuk hamba-hamba Allah yang senantiasa bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan.
Aamiin ya Mujiibas Saailiin.


