๐ŸŒฟ TAK PERLU WAW, APALAGI WAH, YANG PENTING LILLAH! ๐ŸŒฟ

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda,

ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ูƒูŽุงู„ู’ุจูู†ู’ูŠูŽุงู†ู ุงู„ู…ูŽุฑู’ุตููˆู’ุตู ูŠูŽุดูุฏู‘ู ุจูŽุนู’ุถูู‡ู ุจูŽุนู’ุถู‹ุง

โ€œSeorang mukmin dengan mukmin yang lainnya seperti satu bangunan yang kuat, yang saling menguatkan sesama mereka.” (HR. al-Bukhari 2446 dan Muslim 6750).

๐Ÿ’ฆ Siapa yang tidak iba mendengar kabar saudara kita di PTPN Zeelandia? Upah mereka hanya Rp25.000โ€“30.000 per hari. Setelah seharian bekerja keras, ada yang masih menyempatkan menanam kopi sebagai tabungan darurat. Untuk bertahan hidup, mereka menanam sayur di halaman rumah, bahkan sayur pakis yang pahit pun menjadi menu harian.

Tahu-tempe hanya bisa dinikmati sekali atau dua kali sebulan. Anak-anak remaja mereka yang duduk di bangku SMP harus menempuh perjalanan jauh setiap hari demi mengenyam pendidikan.

Begitulah sekelumit potret kehidupan sederhana mereka.
Mendengar kondisi ini, Maโ€™had Minhajul Atsar Jember pun bangkit.

Dibentuklah tim PKL-SPN 2025 yang bertujuan melatih santri bersosialisasi sekaligus menyalurkan bantuan sosial.

Poster-poster pun dipasang, ajakan berbagi dipublikasikan, dan semangat kepedulian digelorakan.
Tujuannya jelas: menanamkan kepada santri bahwa peduli sesama adalah amalan agung yang harus dihidupkan.

โœŠ Dukungan pun datang dari berbagai arah. Sebagian santri dan ikhwan terketuk hatinya untuk berbagi. Ada yang menyumbang pakaian bekas layak pakai, ada yang meminta dijemput di rumahnya, ada pula yang rela mengirim bantuan dari luar kota meski harus lewat jasa paket.
Bahkan, seorang ikhwan dengan semangat menggerakkan tetangganya untuk ikut bersedekah.

๐Ÿ‘• Kini, tim PKL-SPN tengah menyortir, menyetrika, dan membungkus pakaian-pakaian tersebut agar siap didistribusikan. Semua dilakukan dengan semangat lillah -ikhlas hanya karena Allah- insyaallah.

๐ŸŒฟ Inilah bukti nyata bahwa ukhuwah bukan sekadar kata. Santri bergerak di lapangan, ikhwan mendukung dari belakang, dan masyarakat pun merasakan manfaatnya.

๐ŸŒฑ Dari keterbatasan lahirlah kepedulian, dan dari kepedulian tumbuhlah kekuatan ukhuwah.
Wallahu aโ€™lam bish-shawab.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses