💡CAHAYA TERANG DARI SEBUAH PAKET YANG DATANG

Di hari-hari persiapan PKL SPN (Santri Peduli Negeri) sebuah paket kiriman tiba di Pondok Pesantren Minhajul Atsar, Jember. Paket itu datang dari jauh, lintas propinsi. Yakni dari Sukoharjo, Jawa Tengah. Pengirimnya oleh seorang hamba Allah. Ditujukan kepada Ustadz Majdiy, bingkisan ini menjadi bukti nyata kepedulian umat terhadap perjuangan dakwah santri.

Awalnya, para santri hanya melihat sebuah kardus cokelat dengan label “Infak Partisipasi PKL SPN”. Namun ketika dibuka, betapa terkejutnya mereka. Isinya berupa lebih dari 20 bohlam lampu tersusun rapi di dalamnya. Tampak sederhana, tetapi maknanya jauh lebih besar dari sekadar perlengkapan logistik.

Bagi kami bohlam-bohlam itu melambangkan sumber cahaya dalam kegelapan. Ia seakan berpesan bahwa dakwah butuh penerang—baik secara nyata untuk memudahkan aktivitas, maupun secara maknawi sebagai pencerah hati masyarakat. Dari Sukoharjo ke Jember, paket ini menempuh perjalanan panjang, namun sesampainya di pondok, ia menyalakan semangat baru bagi para santri.

Inilah indahnya ukhuwah dan persaudaraan. Ketika tangan-tangan yang tidak saling mengenal dipertemukan oleh cinta kepada Allah dan dakwah-Nya. Ketika kepedulian kecil menjelma besar karena ikhlas.

Seperti sabda Nabi ﷺ, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” Maka, bohlam-bohlam itu bukan sekadar benda, melainkan pengingat: jadilah cahaya di manapun kalian berada.

🌱 Semoga para santri pun, layaknya bohlam itu, mampu menebarkan sinar ilmu, ukhuwah, dan keteladanan di tengah masyarakat. Karena setiap cahaya, sekecil apapun, akan tetap berarti di tengah gelapnya malam.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses