Al Quran Sebagai Obat Hati yang Mengeras

Oleh Abu ‘Arafat Robi’ al-Maidany

Saudaraku yang semoga dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, ketahuilah bahwa di dalam tubuh seorang hamba terdapat segumpal daging yang merupakan tolak ukur setiap amalan seorang hamba. Yaitu, apabila segumpal daging tersebut baik, maka baik pula seluruh amalan seorang hamba. Demikian pula sebaliknya, apabila segumpal daging tersebut rusak, niscaya rusak pula seluruh amalan seorang hamba. Dan ketahuilah, segumpal daging tersebut adalah hati, sebagaimana hal tersebut telah disabdakan oleh Rasulullah ﷺ dalam sebuah hadis yang sahih, di mana beliau bersabda:

ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad seseorang terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging tersebut baik, maka seluruh jasad tersebut akan menjadi baik pula. Dan apabila segumpal daging tersebut rusak, maka rusak pulalah seluruh jasad tersebut. Ketahuilah, segumpal daging tersebut adalah hati.”

Salah satu bentuk rusaknya hati tersebut adalah mengerasnya ia laksana batu, bahkan lebih keras dari batu, sehingga akan terpental seluruh kebaikan yang disiramkan ke dalam hati tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga hatimu seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar darinya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air darinya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 74)

Akan tetapi, janganlah khawatir wahai saudaraku. Allah Ta’ala telah menjadikan penyembuh bagi hati yang mengeras tersebut, yakni Al-Qur’an. Di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu Al-Qur’an dari Rabb-mu, sebagai penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

Sehingga marilah kita senantiasa selalu mengoreksi dan terus memperhatikan hati-hati kita dengan terus menyiraminya dengan Al-Qur’an serta menjauhkan diri dari segala hal yang menyebabkan kerasnya hati.

Sumber:

  1. Al-Qur’an Al-Karim
  2. HR. Al-Bukhari (52) dan Muslim (1599)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses