Awal Perjuangan PKL-SPN 1444 H

 

Oleh Tim Jurnalistik Santri

 

Walaupun hari keberangkatan PKL-SPN masih jauh, tapi perjuangannya telah dimulai. Persiapan materi maupun non-materi, teknis maupun non-tekni telah digalakkan. Mulai dari pembekalan, administrasi, dan lain sebagainya.

 

Presentasi di Kantor Pemerintahan

Selasa (4/10), perwakilan tim PKL-SPN mendatangi Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhutanan Taman Nasional Meru Betiri Jember, untuk melakukan presentasi kegiatan PKL-SPN. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan perizinan resmi dari pemerintah dan pihak yang bersangkutan, agar kegiatan PKL-SPN bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur.

Tim PKL-SPN mewakilkan tiga orang santri dan dua orang pendamping untuk melakukan presentasi di sana. Walhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Kegiatan presentasi yang dilaksanakan secara formal ini cukup memberi ketegangan bagi perwakilan santri karena merupakan suatu hal yang baru bagi mereka. Lantaran biasanya pergaulan mereka yang dominan hanya dengan sesama santri dan jarang terlibat dalam kegiatan formal.

Namun hal ini justru menjadi tantangan bagi mereka. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebihnya satu jam ini banyak memberi tambahan wawasan kepada mereka. Rasa grogi dan canggung di awal, pada akhirnya pecah juga dengan canda tawa antara mereka dengan para petugas.

Para petugas juga banyak memberikan diskusi dan saran yang membangun, menjadikan perwakilan Tim PKL-SPN optimis bahwa kegiatan ini mendapat dukungan dan tanda setuju dari pemerintah.

 

Di akhir perjumpaan para santri bersalaman dengan para petugas. Ketika itu juga, mereka menyampaikan bahwa SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) bisa diambil H-7 keberangkatan. Pesan ini menjadi puncak kebahagiaan Tim yang menandakan persetujuan atas kegiatan yang telah mereka presentasikan tadi.


Baca Juga: Profil Program PKL-SPN Praktik Kerja Lapangan – Santri Peduli Negeri


Muqaddimah Pembekalan PKL-SPN 2022

Baru pertama kali mengikuti program PKL-SPN, tentu para santri butuh pembekalan yang matang sebelum mereka terjun di lokasi nantinya. Dan itulah yang mereka dapatkan.

“Kepada thullab kelas 3 dan 4, bahwa insyaAllah bakda Jumat akan ada kumpul bersama al-Ustadz Abu Abdillah al-Watesi[1] di kamar 3, dalam rangka pembekalan bagi segenap peserta PKL.” Demikian pengumuman dari Kantor Takhasus siang itu.

Pada pertemuan pertama itu, bekal yang diberikan adalah bekal pengalaman. Ustadz banyak menyampaikan pesan dari kisah dan lika-liku perjalanan PKL di masa yang telah lalu. Sebuah gambaran yang berharga bagi para santri agar tidak salah melangkah dalam menjalankan kegiatan yang mulia ini.

Di antara kisah yang sempat beliau ceritakan, bahwa pada masa PKL tahun 2018, para santri PKL pernah meminta izin kepada takmir salah satu masjid di daerah Sumber Sari, Gumitir, Banyuwangi untuk membersihkan masjid tersebut. Hal ini mereka lakukan karena prihatin melihat kondisi masjid yang kurang terawat. Setelah mendapatkan izin dari takmir, mereka langsung melakukan kegiatan yang mereka rencanakan tadi.

Alhasil dengan semangat juang, para santri berhasil membersihkan masjid dan mulai memakmurkannya dengan melaksanakan salat berjamaah lima waktu di sana, walhamdulillah. Padahal sebelum adanya keberadaan santri, kegiatan salat berjamaah hanya dilakukan di tiga waktu saja. Yaitu; salat subuh, salat magrib dan salat Jumat saja. Namun dengan semangat juang para santri untuk membersihkan dan memakmurkan masjid tersebut, bisa menjadi pendorong semangat masyarakat untuk menegakkan kewajiban mereka sebagai seorang hamba.

 

Sekelumit kisah dari PKL-SPN tadi banyak memberi pelajaran kepada santri. Di antaranya bahwa dakwah bukan hanya terbatas pada khutbah-khutbah dan pengajian-pengajian di atas podium saja. Namun dengan bakti sosial dan akhlak mulia yang kita lakukan, itu juga bisa bernilai dakwah di jalan Allah Taala dan dapat memberi pengaruh baik kepada masyarakat sekitar.

Setelah itu Ustadz juga menyampaikan kepada santri untuk segera membentuk struktur kepanitiaan PKL-SPN . Hal ini bertujuan untuk mematangkan persiapan PKL-SPN di tahun ini. Struktur kepanitiaan mencakup koordinator, wakil koordinator, sekretaris, bendahara, komisi logistik, media dan lain sebagainya.

Harapan dan Doa

Hanya rasa harap dan doa saja-lah yang bisa kita panjatkan kepada Allah Taala Rabb Semesta Alam yang mengusai seluruh makhluk di langit maupun di bumi. Semoga Allah memudahkan seluruh urusan kita, baik semasa persiapan maupun di saat pelaksanaan PKL-SPN nanti. Semoga semua kegiatan ini bisa menjadi pemberat timbangan amal kita semua.

Amin…


Penulis: Mudzakkir Muhammad Arif Padang, Takhasus


📡 Kanal Resmi Ma’had Minhajul Atsar Jember

📟 Join Telegram
https://t.me/mahadminhajulatsarjember

💻 Situs Resmi
https://www.minhajulatsar.com

 

[1] Wakil mudir lembaga Takhasus Ma’had Minhajul Atsar Jember.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.