Bahaya Dendam dan Hasad, Pemicu, Serta Obatnya

Penyebab terkuatnya adalah permusuhan dan kebencian. Sebab, orang yang diganggu karena suatu sebab atau keinginannya diselisihi, hatinya akan membenci orang yang mengganggu dan menyelisihinya. Dendam bercokol dalam dadanya dan menimbulkan keinginan untuk membalasnya.

Oleh sebab itu, setiap kali saudaranya tertimpa musibah, ia senang. Dia menyangka bahwa musibah tersebut adalah balasan dari Allah Taala untuknya. Sebaliknya, jika saudaranya mendapat kenikmatan, dia merasa tidak senang, dan dadanya terasa sempit.

 

Adapun hasad karena kesombongan, terjadi apabila seseorang memiliki teman yang mendapatkan harta atau kedudukan. Lalu dia khawatir temannya itu menyombongkan diri di hadapanya, sedangkan dia tidak bisa menyombongkan diri.

Atau apabila harta dan kedudukan itu didapat oleh orang yang lebih rendah kedudukannya darinya, sehingga dia tidak mampu menerima kenyataan bahwa orang itu melebihinya atau setidak-tidaknya sejajar dengannya.

Adapun ambisi terhadap jabatan dan kedudukan, contohnya adalah seseorang tidak ingin tersaingi dalam sebuah bidang ilmu atau yang lainnya.

Penyebab lainnya, karena kejelekan dan kebakhilan jiwa terhadap hamba-hamba Allah Taala. Ini terjadi pada orang yang ketika di dekatnya disebutkan baiknya keadaan seseorang karena mendapat nikmat Allah Taala, dia merasa tidak suka. Sebaliknya, kalau ia mendapat berita tentang kekacauan urasan orang lain, ketertinggalannya, dan kesulitan hidupnya, berbahagialah dia.


Artikel Kami: Hasad Menurut Kacamata Islam


Obat Penyakit Hasad

Lalu bagaimana cara mengobati penyakit hasad?

Cara mengobati penyakit hasad adalah dengan:

  1. Rida terhadap ketentuan dan takdir Allah Taala.
  2. Bersikap zuhud (merasa cukup) terhadap perkara dunia.
  3. Merenungkan hal-hal yang terkait dengan nikmat tersebut, yaitu kesedihan di dunia (karena gagal mendapatkannya, kehilangan, atau sulit memilikinya) dan hisab (perhitungan) pada hari kiamat nanti.
  4. Memperbanyak doa kepada Allah Taala.

 

Penutup

Oleh karena itu, wahai saudaraku pembaca yang budiman, mintalah perlindungan kepada Allah Taala, agar Dia menjauhkan kita dari penyakit yang membinasakan ini, dan menyelamatkan kita darinya. Amin

 

Referensi: Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin karya Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.