Ekspedisi Pembebasan Kota Makkah

 

Oleh Muhammad Dhafin Bandung Takmili

 

Pada tahun ke-8 Hijriah, kaum Quraisy mengkhianati perjanjian yang telah mereka buat bersama kaum mukminin, yaitu Perjanjian Hudaibiah. Hal tersebut terjadi ketika Bani Bakr merasa memiliki kekuatan dalam hal harta dan persenjataan, mereka menyerang Bani Khuza’ah. Dalam keadaan Bani Khuza’ah telah masuk ke dalam barisan kaum muslimin pada Perjanjian Hudaibiah.

Oleh karena itu, Umar bin Salim al-Khuza’i datang ke kota Madinah dan memberi tahu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya kaum kafir Quraisy telah mengkhianati perjanjian.

 

Keluarnya Kaum Muslimin Menuju Kota Makkah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kaum mukminin untuk mempersiapkan diri-diri mereka secara senyap, sampai kaum Quraisy tidak mengetahui persiapan yang mereka lakukan.

Maka terkumpullah 10.000 pasukan, setelah terkumpul pasukan tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan perjalanan bersama mereka pada bulan suci Ramadan di tahun ke-8 Hijriah. Hingga mereka melewati daerah yang bernama azh-Zhahran, yang tempat itu terletak dekat kota Makkah, sekarang dikenal dengan lembah Pathiman.

 

Keluarnya Abu Sufyan dan Keislamannya

Abu Sufyan (Shakhr bin Harb) keluar dari Makkah dalam rangka mencari tahu berita yang terjadi, kemudian Abu Sufyan menemui al-Abbas radhiyallahu ‘anhu paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Al-Abbas kemudian mengajak Abu Sufyan menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mencari keamanan. Maka Rasulullah memberikan jaminan keamanan kepada Abu Sufyan.

Dalam kesempatan itu pula, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak Abu Sufyan untuk masuk ke dalam Islam. Maka berislamlah Abu Sufyan atas izin Allah, kemudian berkata al-Abbas kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya Abu Sufyan adalah seorang yang suka dengan kedudukan, maka berikanlah kepadanya sesuatu.”

 

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang masuk ke dalam rumah Abu Sufyan, maka ia aman. Barangsiapa yang masuk ke dalam Masjidil Haram, maka ia aman. Barangsiapa yang mengunci pintu rumahnya, maka ia aman.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengizinkan Abu Sufyan untuk kembali ke Makkah sampai ia melihat pasukan kaum muslimin. Tatkala Abu Sufyan telah melihat betapa banyak dan hebatnya pasukan tempur kaum muslimin, dia baru kembali dan mengabarkan kepada kaum Quraisy bahwasannya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam akan datang kepada mereka dengan sesuatu yang mereka tidak mampu untuk memberi perlawanan atasnya.

Demikianlah datangnya pertolongan Allah kepada kaum muslimin, Allah memuliakan mereka tatkala mereka berpegang teguh dengan agamanya.

 

Semoga Allah megokohkan kami dan kalian di atas sunnah, sehingga Allah menangkan kita atas musuh-musuh Islam. Semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.