Hadirnya Kantor Baru Takhasus

Oleh Tim Jurnalsitik Ma’had

Ma’had Minhajul Atsar Jember
Jember, 24 Rajab 1447 H / 13 Januari 2026 M

Di sudut selatan Ma’had Minhajul Atsar Jember, tepatnya di dekat gerbang biru yang mengarah ke kaplingan ikhwan, tampak aktivitas yang berbeda dari biasanya. Tim sarana dan prasarana (sarpen) terlihat sibuk mengotak-atik rangka bangunan dan lembaran galvalum. Bunyi gerinda yang memotong besi sesekali memecah suasana, menandakan adanya sebuah pembangunan yang tengah berlangsung.

Aktivitas tersebut merupakan bagian dari pembangunan kantor baru Takhasus. Pembangunan ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar Ma’had Minhajul Atsar Jember dalam meningkatkan efektivitas kerja dan pelayanan pendidikan, khususnya dalam pengelolaan Takhasus.

Pembangunan kantor baru ini dilakukan berdasarkan hasil rapat para asatidzah, yang menilai bahwa kebutuhan pengelolaan Takhasus semakin berkembang. Sebelumnya, Takhasus telah memiliki kantor. Namun, seiring bertambahnya amanah, tanggung jawab, serta intensitas pelayanan terhadap santri, dipandang perlu adanya kantor baru yang lebih tertata, representatif, dan fungsional.

Secara lokasi, kantor baru Takhasus dibangun di sisi selatan ma’had, dekat gerbang biru menuju kaplingan ikhwan. Lokasi ini dipilih agar mudah dijangkau serta mendukung kelancaran aktivitas akademik dan administrasi.

Kantor baru Takhasus dirancang dengan pembagian fungsi yang jelas. Bangunan ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu kantor Mudarris dan kantor Tata Usaha (TU). Pembagian ini bertujuan agar aktivitas akademik dan administrasi dapat berjalan lebih terarah, tertib, dan tidak saling mengganggu.

Kantor Mudarris mulai dibangun pada bulan Jumadal Akhirah dengan ukuran 5 × 6 meter persegi. Ruangan ini didesain sederhana namun representatif, dilengkapi dengan lima meja kecil, satu meja besar, serta sembilan kursi. Setiap kursi digunakan oleh para ustadz sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, sehingga memudahkan koordinasi, musyawarah, dan pembahasan berbagai urusan Takhasus.

Adapun susunan mudarris yang menempati kantor tersebut di antaranya Mudir Takhasus Ustadz Abu Abdirrahman Arif, Wadir Kesantrian dan Humas Ustadz Abu Abdillah Majdi, serta Wadir Akademik Ustadz Abu Amr Ahmad Alfian, bersama para mudarris lainnya sesuai bidang masing-masing.

Sementara itu, kantor Tata Usaha (TU) dibangun dengan ukuran 3 × 4 meter persegi dan berada di bawah tanggung jawab ASWADIR (Asisten Wakil Mudir). Kantor ini difungsikan sebagai pusat pelayanan santri, sekretariat, dan administrasi. Mulai dari pengurusan perizinan hingga kebutuhan administrasi lainnya, seluruhnya dipusatkan di kantor TU agar pelayanan dapat berjalan lebih cepat, rapi, dan terorganisir.

Hadirnya kantor baru Takhasus memberikan berbagai manfaat. Para mudarris menjadi lebih mudah dalam mengadakan rapat dan pembahasan internal. Pemisahan antara kantor Mudarris dan kantor TU juga menjaga privasi pembahasan serta meningkatkan kenyamanan kerja. Selain itu, ruang yang lebih luas memberikan kelonggaran aktivitas dan mendukung suasana kerja yang lebih kondusif.

Bagi para santri, pembangunan kantor baru Takhasus ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ia merupakan pelajaran nyata tentang amanah, keteraturan, dan tanggung jawab dalam mengelola urusan pendidikan. Ilmu tidak akan terjaga kecuali dengan sebab-sebab yang menunjangnya, dan di antara sebab tersebut adalah tertibnya sistem serta kesungguhan dalam mengurus amanah.

Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.”
(QS. Ash-Shaff: 4)

Ayat ini menunjukkan keutamaan keteraturan dan kebersamaan dalam menjalankan amanah. Para ulama salaf menjelaskan bahwa segala bentuk pengelolaan urusan kaum muslimin yang mendatangkan maslahat dan dilakukan secara tertib termasuk bagian dari nilai yang terpuji.

Dengan hadirnya kantor baru Takhasus ini, diharapkan ia menjadi penguat kesadaran akan pentingnya amanah, keteraturan, dan tanggung jawab dalam mengelola urusan pendidikan, serta menjadi sebab terwujudnya pelayanan yang lebih baik bagi para santri.

Semoga Allah Ta’ala memberkahi setiap ikhtiar ini dan menjadikannya sebab terwujudnya kemaslahatan bagi para santri dan kaum muslimin secara umum. Aamiin.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses