Jagalah Amanah!
Oleh Muhammad Musa az-Zubaidi Pasuruan Tahfizh
Saudaraku yang semoga Allah rahmati, amanah merupakan akhlak yang mulia. Sudah sepantasnya bagi setiap muslim untuk berhias dengannya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa’: 58)
Tafsir ayat
Imam as-Sa’dy rahimahullah berkata:
الأمانات كل ما ائتمن عليه الإنسان وأمر بالقيام به. فأمر الله عباده بأدائها
“Amanah adalah semua yang dipercayakan kepada manusia dan perintah untuk menegakannya. Allah ta’ala memerintahkan para hamba-Nya untuk menunaikannya.” (Tafsir as-Sa’dy)
Hati-hati dari khianat
Kebalikan dari sifat amanah adalah khianat. Khianat merupakan akhlak buruk yang dapat menjadikan pemiliknya tercela dan menjadi rendah kedudukannya. Karena khianat merupakan salah satu sifat orang munafik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda-tanda kemunafikan ada tiga: apabila berkata, ia berdusta. Apabila berjanji, ia mengingkari. Apabila diberi amanah, ia berkhianat.” (HR. al-Bukhori: 33)
Amanah adalah sifat para Nabi
Amanah merupakan perhiasan bagi pemiliknya dan merupakan sifat lelaki sejati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَنَّ الأَمَانَةَ نَزَلَتْ فِي جَذْرِ قُلُوبِ الرِّجَالِ، ثُمَّ عَلِمُوا مِنَ القُرْآنِ، ثُمَّ عَلِمُوا مِنَ السُّنَّةِ
“Sesungguhnya amanah itu turun ke dalam jiwa seorang laki-laki mukmin yang paling dalam, kemudian mereka mengilmui al-Qur’an, lalu mengilmui as-Sunnah.” (HR. Al-Bukhori no. 6497)
Bahkan sifat amanah merupakan sifat para Nabi. Bukankah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dijuluki sebagai “Al-Amin”? Al-Amin maknanya adalah ‘yang dipercaya’. Hal ini karena sifat amanah yang melekat pada diri beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Penutup
Jadilah engkau seorang yang terpercaya dalam menjalankan segala sesuatu, baik perkara yang kecil maupun besar. Jangan pernah terbetik di hatimu untuk berbuat khianat pada perkara apapun, meski dipandang remeh. Demikianlah yang bisa kami sampaikan, semoga nasehat ini bermanfaat untuk pembaca sekalian. Amin


