Jangan Pesimis! Semua Ada Jalan Keluarnya

 

Oleh Naufal Amir Jember, Takhasus

 

Jangan Pesimis! Segala Persoalan Ada Jalan Keluarnya

Dunia adalah negeri ujian dan cobaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menguji para hamba-Nya agar tampak di antara mereka siapa yang terbaik amalannya, Allah mengatakan:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا

“Dialah Yang menciptakan kematian dan kehidupan, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang paling baik amalannya.” (QS. Al-Mulk: 2)

Tidaklah ujian itu ditimpakan kepada seorang, kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya. Oleh karenanya, hendaklah kamu bersabar atas ujian yang menimpamu. Karena Allah memberikan ujian itu untuk mengujimu; apakah engkau termasuk orang-orang yang bersabar dan mendekat kepada-Nya, atau malah sebaliknya, mengeluh dan marah atas keputusan Allah.

Maka apabila kamu tertimpa ujian dan musibah, jangan pesimis! Karena semua ada jalan keluarnya. Mendekatlah kepada Allah yang memberimu ujian tersebut.

 

Mungkin Karena Dosa yang Kamu Perbuat

Setiap ujian dan cobaan yang menimpamu, tidak ada jalan keluar dari ujian tersebut kecuali dengan doa dan bersandar penuh kepada Allah, setelah engkau mendahuluinya dengan bertaubat dari dosa-dosamu. Karena bisa jadi, apa yang engkau alami tersebut, sebabnya adalah perbuatan maksiat yang telah engkau lakukan. Maka tebuslah dosa-dosamu itu dengan taubat dan istigfar.

Apabila engkau telah bertaubat dan berdoa, tapi engkau tidak melihat adanya pengaruh dari doamu itu, maka periksalah taubatmu. Bisa jadi taubatmu belum benar. Jika memang demikian, maka perbaikilah, lebih bersungguh-sungguhlah dalam bertaubat. Semoga Allah berkenan menerimanya. Karena Allah Maha menerima taubat seorang hamba.

 


Baca Juga: Tobatnya Sang Perampok Jalanan


Berdoa, Jangan Lupa

Kemudian berdoalah! Jangan sekali-kali bosan untuk terus berdoa. Ketika doamu belum terkabulkan, jangan pesimis! Terkadang pengabulan doa itu diakhirkan, karena suatu kebaikan besar di sana, yang hanya Allah saja yang tahu. Atau mungkin pengabulan doa itu akan berdampak buruk jika diberikan di waktu itu juga, dan akan lebih bermanfaat pada suatu hari nanti. Semua itu hanya Allah saja yang tahu.

Dan ketahuilah! Terkabulkan ataukah tidak doamu itu, ia tetap menjadi pahala bagimu di akhirat kelak. Karena doa merupakan salah satu ibadah yang akan berpahala jika seorang mengamalkannya.

 

Bisa jadi, doamu akan Allah kabulkan dengan Dia memberimu hal-hal yang lebih bermanfaat daripada apa yang kamu minta. Allah maha tahu. Terkadang Allah mengakhirkan pengabulan doa hingga di akhirat kelak, -sebagaimana penjelasan para ulama- berupa pahala yang besar di sisi Allah Taala.

Karena Allah hendak menguji kesabaranmu dengan tidak terkabulkannya doamu di dunia ini. Namun engkau akan menuai buah manis dari kesabaranmu itu di akhirat nanti.

Allah Taala berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang mendapat pahala tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

 

Bisa Jadi Apa yang Kamu Minta Adalah Musibah

Dan yang perlu kamu perhatikan, bahwa nikmat apa saja yang kamu minta bisa berbalik menjadi petaka. Karena apabila nikmat yang  Allah berikan kepadamu itu kamu gunakan untuk bermaksiat kepada-Nya, maka ia akan menjadi bencana atasmu. Dan Allah Maha mengetahui.

Oleh karena itu hendaknya kamu bertakwa kepada Allah terkait apa yang telah Allah kabulkan dari doamu. Jangan sekali-kali engkau gunakan nikmat tersebut untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Terlebih jika engkau gunakan untuk bermaksiat kepada Allah.

Jangan sampai engkau lalai dari hal ini. Mungkin Allah mengabulkan doamu itu untuk menguji, apakah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur, dengan menggunkan nikmat itu untuk hal yang baik, ataukah engkau gunakan untuk sesuatu yang tidak Allah ridai.

 

Jangan Lupakan Peran Teman-Temanmu

Sekali lagi jangan pesimis, ada banyak cara dalam menghadapi musibah dan ujian yang menimpa.

Apabila engkau mendapatkan sebuah permasalahan yang sulit engkau pecahkan dan engkau tidak bisa keluar dari permasalahan tersebut, maka coba utarakan permasalahan itu kepada teman-temanmu yang engkau percaya.

Bermusyawarahlah dengan mereka, karena sesungguhnya setiap orang mempunyai logika sendiri-sendiri yang berbeda dengan orang lain. Semoga engkau mendapatkan jalan keluar dari permasalahanmu.

 

Tak kalah penting dari ini semua adalah, hendaknya engkau selalu menggandeng sikap tawakal kepada Allah pada setiap permasalahan yang engkau hadapi.

Allah mengatakan di dalam al-Qur’an al-Karim:

وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran: 159).


Artikel Kami: Audio, Doa dan Dzikir Ketika Ditimpa Musibah


Tawakal Pengundang Cinta Allah

Bisa jadi bertawakal kepada Allah merupakan sebab datangnya kecintaan Allah kepadamu. Apabila Allah telah mencintaimu maka Dia akan memberikan solusi terbaik dan jalan keluar dari apa yang engkau alami tersebut. Karena sesungguhnya pertolongan Allah datang kepada siapa saja yang Dia cintai.

Apabila Allah mencintaimu, doamu dan permintaanmu akan Allah kabulkan. Sebagaimana dalam sebuah hadis, bahwasannya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

 

Allah Taala berkata:

فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ

“Bila Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya. Aku juga menjadi penglihatan yang dengannya dia melihat, serta tangan yang dengannya ia berbuat, juga kaki yang dengannya ia melangkah. Andaikata ia meminta kepada-Ku, pasti akan Kuberi. Jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, pasti akan Kulindungi.” (HR. al-Bukhari)

Maksud dari hadis di atas adalah, Allah akan menjaga pendengaran hamba itu jika Allah mencintainya, demikian juga penglihatan, kaki, tangan, dan seluruh anggota tubuhnya. Allah akan selalu membingnya untuk terus berada di atas kebaikan, dan menjauhkannya dari berbagai kemungkaran. Ini semua karena Allah telah mencintai hamba tersebut.

 

Dan di antara sebab yang dapat mendatangkan kecintaan Allah adalah tawakal, sebagaimana pada ayat di atas.

Demikianlah beberapa kiat menghadapi musibah dan cobaan yang menimpa kita. Maka jangan pesimis ketika tertimpa musibah, karena semua ada jalan keluarnya.

Wallahu a’lam, semoga bermanfaat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.