Kewajiban yang Tak Boleh Terabaikan

Rubrik Topik Utama 03 Mading At-Tibyan Edisi 04 / Rabiuts Tsani 1443 H

 

Oleh Tim Mading Santri

 

Beranjak dari sebuah kesadaran akan pentingnya menjaga ibadah salat, maka sudah sepantasnya bagi seorang penuntut ilmu untuk selalu memperhatikan dan menjaga kualitas salatnya. Mulai dari persiapan-persiapan yang harus ia lakukan, sampai akhir dari rangkaian salat. Baik yang rukun, wajib, maupun sunnah.

Salat adalah suatu kewajiban yang paling utama dan paling urgen serta sangat berpengaruh dalam kehidupan seorang penuntut ilmu, begitu pula terhadap amalan-amalannya.

Oleh karena itu, jangan sampai terjadi fenomena masbuk, tertinggal salat dan kejadian lain yang sangat memprihatinkan. Terkhusus di lingkungan yang kita cintai ini.

 

Bukankah dengan tegas dan jelas Allah memerintahkan segenap hamba-Nya untuk senantiasa menjaga ibadah salat. Allah Taala berfirman:

حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوَاتِ

“Jagalah oleh kalian salat-salat (lima waktu).” (QS. Al-Baqarah: 238)

 

Ancaman Bagi yang Terjatuh ke dalam Kelalaian

Allah menyebutkan di beberapa tempat dalam al-Quran ancaman yang sangat keras bagi orang-orang yang melalaikan salat. Diantaranya adalah firman Allah Taala:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, yaitu orang-orang yang lalai dari salat-salat mereka.” (QS. Al-Maa’un: 4-5).

Tentu tidak ada insan yang menginginkan kecelakaan. Semua orang justru khawatir darinya. Padahal, kecelakaan yang dimaksud di dalam ayat ini adalah kecelakaan di dunia dan di akhirat. Kecelakaan yang akan dirasakan oleh orang-orang yang suka melalaikan salat. Baik dengan menyepelekan, mengabaikan waktunya, atau kurang perhatian serta tidak konsentrasi dalam mengerjakannya.

 

Dalam ayat yang lain, Allah Taala menegaskan:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوْا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوْا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

“Kemudian datanglah setelah mereka generasi yang suka mengabaikan salat dan cenderung mengikuti keinginan-keinginan jiwanya. Maka kelak mereka akan tersesat lagi binasa.” (QS. Maryam: 59)

Setelah kita mengetahui dan memahami dua ayat di atas, masihkah kita lalai dan kurang perhatian terhadap salat-salat kita? Tidakkah kita ingin ibadah salat kita menjadi benteng kokoh yang dapat menahan kita dari kemungkaran dan kemaksiatan?

Sungguh sudah tiba saatnya bagi kita untuk segera sadar dan mengintrospeksi diri, serta memerhatikan kondisi di sekitar kita. Untuk kemudian berbenah dan saling bahu-membahu dalam menjaga ibadah yang agung ini.

Mudah mudahan Allah menggolongkan kita termasuk di antara hamba-Nya yang khusyuk. Amin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.