Menjadi santri sejati!

 

Oleh Ilham Pacitan 3B Takhasus

 

Santri adalah sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Tak hanya sebatas nama, kata, ataupun simbol, nyatanya santri adalah anugrah dari Sang Maha Pencipta yang tak patut dipandang sebelah mata.

 

Bagaimana tidak?! Sedangkan mereka inilah hamba-hamba pilihan dari sekian banyaknya manusia yang ada di muka bumi ini. Merekalah pembawa tongkat estafet dakwah. Sungguh, kehadiran mereka amatlah ditunggu oleh negeri ini, terlebih oleh Islam ini sendiri.

 

Bagaimana tidak?! Sedangkan mereka inilah kebanggan Rabb Ilahi di hadapan malaikat yang mulia. Rasulullah  bersabda:

 

أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ، وَلَكِنَّهُ أَتَانِي جِبْرِيلُ فَأَخْبَرَنِي، أَنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِي بِكُمُ الْمَلَائِكَةَ

“Ketahuilah, tidaklah aku meminta sumpah kalian karena meragukan. Akan tetapi Jibril telah datang menemuiku dan menyampaikan, bahwa Allah membangga-banggakan kalian di hadapan para malaikat-Nya.” (HR. Muslim)

 

Pembaca yang semoga dirahmati Allah. Patutlah kita bersyukur atas nikmat yang Allah karuniakan ini. Pantas pula bagi kita untuk memperjuangkannya dengan sepenuh hati.

 

Hendaknya setiap santri mengikhlaskan niat dalam thalabul ilmi, memiliki tekad yang kuat untuk berthalabul ilmi, meneladani kisah para salaf dalam semangat thalabul ilmi, menjadi orang yang bermanfaat untuk umat, dan sebagainya.

 

Ya, meski kita tidak bisa menyamai semangat juang Imam Ahmad dalam thalabul ilmi, namun setidaknya kita bisa sama-sama menanamkan slogan beliau berikut ini:

 

مَعَ المَحْبَرَةِ إِلَى المَقْبَرَةِ

“Terus bersama tempat tinta, hingga masuk ke liang kubur.”

Perjuangan ini akan selalu ada dan tiada habisnya, selama nyawa masih dikandung badan, wahai para santri sejati!

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.