Orang tua, sebab kesalehan ananda, insyaallah

 

Oleh Ahmad Hidayat Sukoharjo 4B Takhasus

 

Anak merupakan sebuah karunia yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada seorang hamba. Dengannya hamba tersebut dapat mengambil manfaat darinya. Namun jangan lupa bahwa anak adalah ujian dan cobaan bagi kedua orang tuanya. Allah Ta’ala berkata:

{ إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ } [التغابن: 15]

“Sesungguhnya harta benda dan anak-anak kalian adalah fitnah (ujian) bagi kalian.” (QS. at-Thagabun: 15)

Karenanya, apakah orang tua dapat mendidik anaknya dengan baik dan benar sesuai bimbingan Nabi ‘alaihisshalatu wassalam serta menjadikannya sebagai anak yang shaleh –biidznillah- , sehingga menjadi sebab masuk kedua orang tuanya ke dalam surga. Atau malah sebaliknya, kedua orang tua kurang tepat dalam mendidik, yang berakibat anak tersebut menjadi sebab masuk keduanya ke dalam an-naar. Wal’iyadzubillah.

Allah ‘Azza Wa Jalla memerintahkan orang-orang mukmin (yang beriman) untuk menjaga keluarganya dari siksa neraka, Allah Ta’ala berkata:

{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا } [التحريم: 6]

“Wahai sekalian orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (QS. at-Tahrim: 6)

Salah satu jalan yang dapat menyebabkan mereka menjadi anak shaleh adalah dengan memasukkan mereka ke dalam pondok-pondok ilmu. Di sana diajarkan kalamullah (al-Quran) dan sunnah Nabi-Nya, diajarkan agar berhias dengan akhlak mulia. Maka bersemangatlah dalam perkara ini. Karena tatkala seseorang memiliki anak yang shaleh, maka itu merupakan tabungan baginya di hari kiamat kelak. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang hamba meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali tiga: Seorang yang bershadaqah jariyah, seorang yang memiliki ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendo’akan kedua orang tuannya.” (HR. Muslim)

Orang tua memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan anaknya, dengan memberikan motivasi serta dukungan. Di saat rasa jenuh, bosan, dan futur melanda, maka saat itulah peran kedua orang tua untuk memberikan semangat dan dukungannya. Tidak hanya mengandalkan musyrif atau asatidzah di ma’had.

Sebab, pendidik pertama bagi seorang anak ialah kedua orang tuanya. Apabila kedua orang tersebut dapat mengarahkan dan mendidiknya dengan baik, maka insya Allah Ta’ala anak tersebut akan menjadi baik. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap bayi yang dilahirkan berada di atas fitrah (Islam), kedua orang tuanya lah yang membuat dia menjadi seorang yahudi,nasrani, atau majusi.” (HR. Al-Bukhari)

Dari sini kita tahu bahwa orang pertama yang mendidik dan merubah karakter seorang anak ialah kedua orang tuanya.

Maka tidak sepantasnya orang tua menjadi penyebab bertambah jenuh dan bosannya si anak di pondok. Berilah mereka motivasi dan dukungan untuk tetap di pondok agar bisa melanjutkan perjuangan thalabul ilminya.

Walaupun terkadang rasa rindu itu menghampiri, namun janganlah hawa nafsu mengalahkan kita. Kami sebagai anak sangat rindu dan kangen untuk bertemu dengan kedua orang tua, namun kami harus tetap bersabar di pondok demi keselamatan agama dan jiwa kami, serta keluarga yang ada di rumah. Begitu pula kedua orang tua bersabarlah demi kemaslahatan kami.

Banyak-banyaklah berterima kasih kepada para asatidzah dan musyrifun yang telah membantu di dalam pendidikan anak-anak. Mereka berjuang demi kebaikan anak didik mereka. Bantulah para pengurus ma’had dalam memperjuangankan mereka agar tetap bisa melanjutkan proses belajar-mengajar walaupun di masa pandemi.

Kita semua berharap dan terus berdo’a semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan keluarga kita sebagai keluarga shalihin, dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala segera mengangkat pandemi ini dan memberikan keistiqamahan kepada kita hingga ajal menjemput. Amiin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.