Selamat datang para calon santri-para penuntut ilmu syar'i warisan Nabi. Untuk mengikuti ujian online UMTB klik di sini!

Salah satu sisi perjalanan dakwah Ibnu Taimiyah

 

Oleh Abul Husain Faruq Gresik Takhasus

 

Di antara makar musuh dakwah adalah membuat tuduhan, mengorek-ngorek aib, dan menyebarkannya. Mereka membuat kedustaan atas nama ahlus sunah  dan para ulamanya dengan berbagai macam tuduhan dan kebohongan. Tujuan utama mereka adalah agar manusia lari dari ahlus sunnah dan sunnah.

Betapa banyak musuh dakwah berbuat kedustaan atas nama ahlus sunnah dan para ulamanya, begitulah  kebiasaan mereka sejak dulu. Mereka lakukan hal ini karena tidak memiliki hujjah (bukti) yang kuat untuk membantah para ulama, sehingga mereka membalasnya dengan caci makian dan kedustaan.

 

Bukti kedustaan ucapan mereka

Sebagai bukti kebohongan mereka atas nama ulama, di antaranya ialah persaksian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah: “Aku mengetahui bahwa di sana ada kaum yang membuat kedustaan atas namaku dan mereka melakukan yang demikian ini bukan hanya sekali.” (Majmu’ Fatawa 3/162)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Sungguh demi Allah, betapa mengherankannya! Bagaimana bisa orang yang berakal tidak malu berbuat kedustaan secara terang-terangan atas nama ulama Islam.” (Mukhtashar Shawaiq hal. 615)

Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah berkata: “Allah ta’ala mengetahui bahwa di sana ada orang-orang yang berbuat kedustaan atasku pada perkara yang sebenarnya aku tidak mengatakannya.” (Durrah Saniyyah 1/23)

 

Sabar dan Terus Bersabar

Saudaraku ahlus sunah,  bersabarlah atas segala ujian dan cobaan yang menimpa kita. Kita harus menjadi orang-orang yang sabar dan kokoh di atas akidah ahlus sunnah. Teruslah berpegang dengan atsar salaf, sekalipun banyaknya orang yang menentang dan menyelisihinya.

Sebagai penutup, kami akan membawakan untaian nasihat yang sangat indah dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

 

وَأَمَّا أَهْلُ السُّنَّةِ وَالْحَدِيثِ فَمَا يُعْلَمُ أَحَدٌ مِنْ عُلَمَائِهِمْ وَلَا صَالِحِ عَامَّتِهِمْ رَجَعَ قَطُّ عَنْ قَوْلِهِ وَاعْتِقَادِهِ بَلْ هُمْ أَعْظَمُ النَّاسِ صَبْرًا عَلَى ذَلِكَ وَإِنْ اُمْتُحِنُوا بِأَنْوَاعِ الْمِحَنِ وَفُتِنُوا بِأَنْوَاعِ الْفِتَنِ وَهَذِهِ حَالُ الْأَنْبِيَاءِ وَأَتْبَاعِهِمْ مِنْ الْمُتَقَدِّمِينَ كَأَهْلِ الْأُخْدُودِ وَنَحْوِهِمْ وَكَسَلَفِ هَذِهِ الْأُمَّةِ مِنْ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَغَيْرِهِمْ مِنْ الْأَئِمَّةِ

“Adapun ahlus sunah  dan ahlul hadits, tidak  diketahui sedikitpun dari mereka baik ulamanya atau orang yang baik di kalangan mereka menarik perkataannya dan keyakinannya (yang benar). Bahkan mereka adalah orang yang paling kuat kesabarannya, walaupun diuji dengan berbagai ujian dan difitnah dengan berbagai macam fitnah. Inilah kondisi para Nabi dan pengikutnya dari orang-orang yang telah lalu seperti ashhabul ukhdud (orang-orang yang dilemparkan ke dalam parit) dan semisalnya. Begitupula orang yang terdahulu dari umat ini seperti para sahabat, tabi’in dan yang selainnya dari kalangan ulama umat ini.”  (Majmu’ Fatawa 4/50)

Demikian ulasan singkat ini, semoga bermanfaat dan berbuah amal salih. Amin

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.