Selamat datang para calon santri-para penuntut ilmu syar'i warisan Nabi. Untuk mengikuti ujian online UMTB klik di sini!

Syafaat pada hari Kiamat

 

Oleh Kelvin Palembang Takhasus 

 

Siapa yang tidak menginginkan dan mendambakan syafa’at? Tentu setiap muslim menginginkan syafa’at di hari kiamat kelak. Dengan syafa’at, akan dipermudah seorang hamba menuju surga. Dengan syafa’at pula, akan dikeluarkan penghuni neraka yang masih ada keimanan menuju surga. Lalu bagaimana cara memperoleh syafa’at? Dan siapa yang akan memberikannya? Untuk penjelasan lebih lengkap, mari kita simak ulasan “ringkas” berikut ini.

 

Definisi syafa’at

Syafa’at secara bahasa maknanya adalah perantara. Diambil dari kata syaf’u yang maknanya genap. Adapun dalam pengertian syariat, syafa’at maknanya menjadi perantara bagi orang lain untuk membantunya mendapatkan manfaat atau selamat dari kemudharatan.

 

Syafa’at pada zaman jahiliyah

Pada zaman jahiliyah orang-orang meminta syafa’at kepada bebatuan, pepohonan, tempat keramat, bulan, malaikat, dan selainnya. Meraka menganggap benda-benda tersebut dapat mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

“Orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah, mereka berkata: ‘Kami tidak menyembah mereka, melainkan agar mendekatkan diri kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.’” (QS. az-Zumar: 3)

Kaum musyrikin menyangka para penolongnya dapat memberi syafa’at, namun pada hakikatnya tidak. Karena hanya kepada Allah sematalah, kita meminta syafa’at.

 

Bahaya meminta syafa’at kepada selain Allah

Meminta syafa’at kepada selain Allah adalah perbuatan kesyirikan. Karena dia meminta sesuatu yang tidak mampu untuk mewujudkannya kecuali hanya Allah.

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah, sungguh Allah akan haramkan atasnya surga dan tempatnya kelak adalah neraka. Tidak akan ada pelindung bagi orang-orang yang zholim.” (QS. al-Maidah: 72)

 

3 macam syafa’at

Syafa’at pada hari kiamat ada 3 macam:

  • Syafa’at bagi seluruh makhluk

Syafa’at ini terjadi ketika di padang mahsyar, agar Allah memutuskan perkara di antara mereka dengan seadil-adilnya. Syafa’at ini disebut pula dengan syafa’atul ‘uzhma yang khusus dimiliki oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Mudah-mudahan Rabbmu membangkitkanmu ke tempat yang terpuji (syafa’atul uzhma).” (QS. al-Isra: 79)

  • Syafa’at bagi penduduk surga agar masuk ke dalamnya

Syafa’at ini juga khusus dimiliki Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan sebuah hadits dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الجنةِ

“Aku orang pertama yang membuka pintu surga.” (HR. Muslim no. 331)

  • Syafa’at bagi penduduk neraka agar tidak masuk ke dalamnya dan syafa’at untuk mengeluarkan mereka dari neraka

Syafa’at ini dimiliki oleh para Nabi ‘alaihimus salam, para malaikat, orang-orang shalih, dll. Berdasarkan sebuah hadits qudsi,

شَفَعَتِ الْمَلَائِكَةُ، وَشَفَعَ النَّبِيُّونَ، وَشَفَعَ الْمُؤْمِنُونَ، وَلَمْ يَبْقَ إِلَّا أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Malaikat telah memberi syafa’at, demikian pula para nabi dan kaum mukminin. Tidaklah tersisa kecuali Dzat Yang Maha Penyayang.” (HR. al-Bukhari no. 7439 dan Muslim no. 183 dari shahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)

2 syarat syafa’at

Setelah mengetahui bahwa hanya Allah semata, kita meminta syafa’at. Maka perlu diketahui siapa saja yang berhak memberikan syafa’at dan siapakah yang mendapatkan syafa’at tersebut. Adapun syarat syafa’at terbagi menjadi dua:

  1. Mendapat izin Allah

Allah Ta’ala berfirman:

  مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ

“Tidak ada yang dapat memberikan syafa’at di sisi Allah, kecuali dengan izin-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 255)

  1. Ridha Allah bagi yang memberi dan yang diberi syafa’at

Allah Ta’ala berfirman:

وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَى

”Betapa banyak malaikat di langit, syafa’at mereka tidak bermanfaat kecuali apabila Allah telah mengizinkan bagi siapa yang dikehendaki dan diridhai.” (QS. an-Najm: 26)

 

Apakah orang kafir mendapatkan syafa’at?

Orang-orang kafir dan musyrik tidaklah mendapatkan syafa’at. Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala:

فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ

“Tidak berguna bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberi syafa’at.” (QS. al-Mudatsir: 48)

Begitu pula dengan firman Allah,

وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ

“Sedangkan syafa’at darinya tidak akan diterima.” (QS. al-Baqarah: 48)

Hanya kepada Allah kita memohon taufik dan meminta syafa’at, semoga bisa menjadi ilmu yang bermanfaat. Amin

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.