Jangan Kotori Puasa Anda dengan Perbuatan Buruk ini!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan yang diharamkan, perbuatan yang diharamkan, perbuatan zhalim dan permusuhan terhadap orang lain, maka Allah tidak membutuhkan upaya dia dalam meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. al-Bukhari)
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan,
“Tidak ada nilainya puasanya orang seperti itu, dan juga tidak pantas dipersembahkan kepada Allah puasa yang terlukai dan ternodai oleh ucapan kotor, kefasikan, maupun kemaksiatan seperti ini.
Maka wajib bagi seorang mukmin untuk menghormati puasanya, ia persembahkan kepada Allah ibadah puasa yang selamat dan jauh dari segala yang diharamkan oleh Allah. Allah subhanahu wata’ala, Dialah yang berhak untuk didekati oleh hamba-Nya dengan seluruh bentuk kebaikan.”
Sumber: Syarh Riyadhush Shalihin ma’a Ta’liqat al-‘Allamah ibn Baz, (3/428)


