Tim Taman Santri, Kerja Sama dalam Bingkai Ukhuwah

TIm taman

 

Oleh Khalid Abdul Khaliq Bengkulu, Takhasus

 

“Istayqizh.. Istayqizh..” Ucap salah seorang teman membangunkan seraya menepuk-nepuk kakiku. Kulihat jam tangan yang tergantung di ranjang, jarum pendek telah tepat berada di angka 7. “Temen-temen udah pada nungguin tuh, udah pada turun ke sungai, tinggal nunggu antum.” Katanya mengingatkan.

Pikiranku langsung teringat dengan ucapan salah seorang ustadz; “Untuk Tim Taman, mumpung ada tambahan anggota, tolong ya, rumput, sampah dan semak belukar di dekat sungai (belakang ma’had) dibersihkan.”

“Iya, Ustadz..” Jawabku singkat.

“Kalau bisa antum ngerjainnya jangan di hari belajar.. Ilmu itu lebih penting..” Sambung Beliau hafizhahullah.

TIm taman

Salah Satu Tugas Tim Taman, Bertanggung Jawab Atas Pohon Buah-Buahan di Ma’had

Hari Libur Berfaedah

Dengan penuh semangat, teman-teman mengusulkan untuk bekerja di Hari Jumat. Jadilah pagi itu Tim Taman turun ke sungai, untuk membersihkan rumput dan sampah di pinggir sungai.

Peralatan seadanya tidaklah menyurutkan semangat kerja teman-teman. Mereka saling bahu-membahu untuk membersihkan lingkungan di sekitar sungai. Ringan rasanya, apabila suatu pekerjaan dilakukan secara bersama-sama. Sangat tepat ungkapan peribahasa yang berbunyi; “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.”

Teman-teman saling bekerja sama dan ber-ta’awun. Terdengar celotehan-celotehan yang tidak jarang mengundang gelak tawa dari kami semua mencairkan suasana dan meringankan beban pekerjaan yang ada. Pekerjaan dapat selesai sebelum jam 9 pagi, walhamdulillah.


Baca Juga: Divisi Santri, Dambaan Hati Para Santri


Saling Berbagi

Satu teko berukuran sedang yang berisi es teh telah dipersiapkan oleh Tim Tamu. Kami anggota Tim Taman yang berjumlah 10 orang langsung menghamburkan diri menuju teko yang diletakkan di depan UKS ma’had tersebut, lokasi UKS bersebelahan langsung dengan dinding sungai.

Tidak berselang lama, datanglah salah seorang teman dengan menenteng satu kresek berisi jajanan dan roti; “Nih ada rezeki, tafadhal  antum makan saja..” Ujarnya seraya meletakan kresek itu di dekat teko. “Alhamdulillah..” Kami bersepuluh hampir serentak menjawabnya.

TIm taman

Hasil Karya Tim Taman Santri Ma’had Dua

Nikmat Ukhuwah dan Kerja Sama

Sederhana memang. Namun, kebersamaan dalam bingkai ukhuwah, kebersamaan dalam bingkai kerja sama di atas takwa jarang didapati oleh orang-orang di luar sana. Nikmat Ukhuwah adalah nikmat yang tak terhingga.

Ukhuwah dan ta’awun ‘ala al-birri wat taqwa menduduki peran vital di dalam dakwah. Perjuangan kita di dalam dakwah ini butuh tali persaudaraan.

Maka dari itu, mulai saat ini, mulai detik ini juga, mari kukuhkan langkah kita, kuatkan jiwa kita, satukan hati kita untuk terus berjuang, saling bekerja sama dalam ber-ta’awun ‘ala al-birri wa at-taqwa.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberkahi ilmu, amal, beserta seluruh urusan kita. Amin..


Artikel Kami: Ukhuwah Islamiyyah Merajut Tali Persaudaraan Sesama Muslim


 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.