Vaksinasi Anak di PP. Minhajul Atsar, Pemerintah Turut Pantau Langsung

Vaksinasi anak di PP Minhajul Atsar

 

Oleh Tim Reportase Santri

 

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Pemerintah terus berjuang dalam mengendalikan wabah ini dengan sekuat tenaga, di antaranya adalah dengan menggencarkan program vaksinasi. Hingga Desember lalu, pemerintah telah mulai menggulirkan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun, dengan target sasaran mencapai 26,5 juta anak.

Tak mau ketinggalan, PP. Minhajul Atsar Jember segera laksanakan Program Vaksinasi Dosis pertama untuk Anak Usia 6-11 Tahun pada Sabtu 11 Rajab kemarin bertepatan dengan 12 Februari 2022 M.

Bekerja sama dengan UPTD. Puskesmas Gladak Pakem, pihak pesantren berhasil menyuntik 266 santri/santriwatinya mulai usia TK kelas C, hingga kelas 5 MTP (setingkat SD). Vaksinasi dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda, satu untuk peserta banin (putra) dan satu lagi untuk peserta banat (putri).

Vaksinasi di PP Minhajul Atsar

Pengawasan Langsung dari Pejabat Pemerintah

Pada acara vaksinasi anak di PP. Minhajul Atsar ini, beberapa jajaran pejabat pemerintah turut hadir memantau sekaligus berkunjung sebagai tamu. Di antaranya adalah Pak Eko Awim, seorang relawan kemanusiaan anggota Polsek Sumbersari, Jember.

Alhamdulillah, warga dan santri kami telah mendapatkan vaksin Covid-19. Kalau dipersentase bisa mencapai 98 koma sekian persen. Itu pun yang belum divaksin karena memang ada kendala kesehatan, sehingga vaksinasinya ditunda,” papar Ustadz Abu Abdillah Majdi dalam bincang ringan bersama tamu-tamu pemerintahan.

“Sebenarnya pak Ustadz, untuk warga dan pesantren itu tergantung ustadz-ustadznya dan kyainya. Kalau ustadz dan kyainya mendukung program vaksinasi, warga dan santrinya ya akan antusias. Tapi, kalau kyainya tidak merespon atau bahkan cenderung menolak, ya bawahannya lebih menolak lagi,” komentar Pak Eko Awim. Bapak Lurah Kranjingan -yang juga turut hadir di situ- mengiyakan.

“Alhamdulillah, prinsip dan pandangan kami tentang vaksinasi itulah yang membuat kami ringan. Pertama, vaksinasi merupakan bagian dari upaya menempuh sebab-sebab keselamatan. Dan ini dianjurkan dalam syariat. Bahkan bagian dari kesempurnaan tauhid dan tawakal seorang hamba. Kedua, vaksinasi juga bagian dari ketaatan rakyat kepada pemerintah pada perkara yang makruf. Bagi kami, PP Minhajul Atsar atau Salafy, prinsip ini sangat mendasar. Bahwa seorang muslim itu wajib menaati imbauan, arahan dan perintah dari pemerintah,” terang pengajar dari Jogja. Obrolan dan ramah-tamah terus berlanjut hingga azan zuhur berkumandang.

Di antara tamu yang hadir pula adalah Bapak Serma Lasiman, Babinsa Kelurahan Kranjingan dari Koramill Sumbersari. Ada pula ibu lurah yang dijamu di tempat terpisah.


Baca Juga: Agar Vaksinasi Bernilai Ibadah


Vaksinasi di PP Minhajul Atsar

Tim Pelaksana

Kegiatan vaksinasi anak di PP. Minhajul Atsar ini dimulai sejak pukul 08.00 pagi hingga pukul 10.30. Walhamdulillah, berkat pertolongan Allah kemudian antusias dari para tim pelaksana, vaksinasi menggunakan cairan injeksi bermerek Sinovac ini dapat berjalan lancar.

Para Tim Pelaksana terdiri dari pihak puskesmas itu sendiri, dan ada juga tim medis ma’had yang turut membantu. Dari pihak puskesmas diwakili oleh dr. Sendy sebagai kepala puskesmas Gladak Pakem, beliau ditemani oleh 6 petugas lainnya. Adapun dari tim medis ma’had ada dr. Andri Novrianto, dr. Jamil, dan dr. Dedi, Sp. An.

Semoga Allah subhanahu wa Ta’ala memberikan kemudahan kepada pemerintah beserta seluruh jajarannya dalam mengendalikan pandemi Covid-19 ini. Semoga pula Allah subhanahu wa Ta’ala selalu memberikan taufik-Nya kepada para pengurus di ma’had ini untuk bisa selalu menjalankan pendidikan sesuai dengan syariat-Nya.


Artikel Kami: Jangan Ada yang Menolak Vaksin!


 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.