Tongkat Estafet Dakwah dan Tarbiyah

Oleh Abdullah Syamsul 3A Takhasus

 

Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa zaman kian hari kian memburuk, sebagaimana yang dikabarkan oleh nabi  kita Muhammad:

لاَ يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ

Artinya : “tidaklah datang suatu zaman kepada kalian, melainkan pasti lebih jelek daripada zaman sebelumnya”. (HR. al-Bukhari di dalam Sahihnya no. 7068, dari sahabat Anas bin Malik z

Maka bagi seorang muslim yang cerdas, dia akan memandang jauh kedepan, merenung dan bergumam, “kalau zaman yang akan datang lebih jelek dari sekarang, berarti aku harus memiliki persiapan yang ekstra mulai detik ini.”

Setelah itu, ia tidak tinggal diam, melainkan mulai mengisi hari-harinya dengan belajar ilmu agama, mengamalkannya, mengajarkannya kepada orang lain serta tidak lupa ia selalu berharap kepada Allah lagar diberi hati yang kokoh diatas kebenaran.

Ya, di saat kebanyakan orang mulai tak lagi memikirkan kondisi hati, ia tetap berusaha menjaga hatinya, sambil selalu berdo’a kepada Allah Yang Maha Satu.

Kemudian, yang tak kalah pentingnya pula, seorang muslim yang cerdik berusaha menjaga kondisi fisiknya agar selalu siap beramal, ia tidak mau kehilangan momen-momen kebaikan hanya karena sakit, tidak pula ia mau tergolong sebagai manusia yang melalaikan nikmat, berikut sabda Nabi  Muhammad:

” نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ “

Artinya: “Dua nikmat yang mayoritas umat manusia melalaikannya; kesehatan dan waktu luang.” 

Setelah melakukan sebab-sebab syar’i, ia susul dengan yang kauniy, seperti memperhatikan asupan gizi, melakukan olahraga teratur serta mengatur pola tidur dengan baik. Para ustadz juga melakukan ini, mereka sibuk membimbing umat, tapi tidak lupa untuk selektif dalam urusan makanan, mereka juga mengisi khutbah Jum’at, tapi bukan berarti menolak badminton dan berenang, belum lagi mengajar di pondok, sungguh penuh keseharian mereka dengan hal-hal bermanfaat.

Siapkah Anda Meneruskan Tongkat Estafet Dakwah

Lihatlah jauh kedepan! Orang-orang jahat semakin hebat dalam mendesain kesesatan dan kejahatan mereka. Jangan sampai di saat dirimu mendapat amanah untuk meneruskan tongkat estafet dakwah, engkau malah sibuk dengan urusan lain.

Tidak ada kata terlambat disini! Selama matahari masih terbit dari timur, dan selama ruhmu belum menyapa kerongkonganmu, engkau masih memiliki kesempatan untuk berbenah diri. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan kesempatan untuk beramal kebaikan kepada kita. Dan semoga Allah menjadikan kita sebagai pribadi yang selalu berbenah diri dan selalu kembali kepada kebenaran.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.