Selamat datang para calon santri-para penuntut ilmu syar'i warisan Nabi. Untuk mengikuti ujian online UMTB klik di sini!

Ma’had Tempat Menempa Ilmu dan Amal

Pendidikan terbaik merupakan pendidikan yang berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah. Sebuah pendidikan yang telah dipraktikan oleh Rasulullah. Dari pendidikan tersebut lahirlah tokoh-tokoh tangguh, yaitu para sahabat.  Dengan izin Allah, para sahabat berhasil menyebarkan Islam ke berbagai penjuru dunia. Di daratan Asia, Afrika hingga Eropa akhirnya lantunan adzan dikumandangkan. Alhamdulillah…

Di atas bimbingan al-Qur’an dan Sunnah, para sahabat mengajari murid-murid mereka. Lahirlah generasi terbaik kedua umat ini, para tabi’in. Melalui mereka, ba’dallah, Islam semakin tersebar luas. Semua itu tidak lain, karena tarbiyah Islamiyah, pendidikan yang berasaskan al-Qur’an dan Sunnah.

***

Itulah pendidikan terbaik, pendidikan Islam. Di atas prinsip inilah kami belajar di Ma’had ini. Setiap waktu, dari bangun tidur hingga tidur kembali, bimbingan sunnah senantiasa ditekankan. Berpegang teguh dengan sunnah memang berat, ibarat memegang bara api membara. Ada banyak hambatan dan rintangan yang harus dihadapi. Rintangan terbesar itu adalah hawa nafsu kami sendiri.

Namun, kami yakin, dengan berusaha dan diiringi doa, perjuangan memegang sunnah akan berakhir dengan indah. Sekalipun menjadi orang yang diasingkan, tetapi bersama keasingan itulah akan didapatkan keberuntungan. Rasulullah bersabda,

بَدَأَ الإِسلامُ غريبًا، وسَيَعُودُ غريبًا كما بدَأَ، فطُوبَى للغرباءِ

“Islam dimulai dalam keadaan asing dan ia akan kembali menjadi asing seperti sediakala. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim)

***

Di sinilah, di Ma’had ini, tempat di mana kami ditempa. Kami dilatih untuk menjadi pribadi yang selalu tunduk dan tawakal kepada Allah. Kami dididik untuk menjadi orang-orang yang tidak mudah mengeluh. Agar menjadi seorang yang selalu bersabar dan menerima. Ma’hadku, penempaanku.

Terima kasih kami sampaikan kepada para pengajar kami, pendidik kami, yang selalu bersabar menghadapi ketidaksabaran kami. Anda menyayangi diri kami melebihi kasih sayang kami kepada diri kami sendiri. Semoga Allah membalas kebaikan asatidzah sekalian. Kami sadar, kami tidak bisa membalas kebaikan Anda semua. Dan kami yakin, Anda semua tidak mengharapkan balasan apapun dari kami.

***

Terakhir, dengarkan tekad kami, di semester pendek ini, kami akan mengadakan berbagai kegiatan demi mengamalkan berbagai nasehat dan bimbingan asatidzah kepada kami. Yaitu, agar mengamalkan setiap ilmu yang didapatkan, mendakwahkannya dan kemudian bersabar menghadapi segala tantangan yang ada di dalamnya. Semua itu masih rapi di catatan kami, al-ilmu, wal ‘amal, tsumma ad-da’wah, wash-shabru ‘alal adza fiih.